Oleh : Fauzan Azima* Di tanah dingin yang dipeluk kabut pagi di tepian Danau Lut Tawar, kisah lama berdenyut pelan, seperti riak
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 24: Antara Loyalitas dan Kepengecutan
Oleh : Fauzan Azima* Di sebuah negeri yang makmur oleh kata-kata, berdirilah Pendopo sebagai panggung utama sandiwara kebijakan. Di sanalah berkumpul para
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 23: Bukan Waktunya Bicara dari Hati ke Hati
Oleh : Fauzan Azima* Di negeri yang luka tak lagi berdarah, melainkan membusuk diam-diam, ajakan bicara dari hati ke hati terdengar seperti
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 22: Jangan Sampai Dicap Seperti Dua Srigala Putih yang Tidak Tahu Terimakasih
Oleh : Fauzan Azima* Di sebuah hutan yang jauh dari riuh manusia, hiduplah dua srigala putih yang dahulu kurus, lapar, dan hampir
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 21: Saat Monyet dan Kera Sibuk Berebut Jas, Lutung Sudah Lebih Dulu Tertawa
Oleh : Fauzan Azima* Di sebuah kebun binatang besar yang tampak tenang dari luar, hiduplah sekumpulan satwa yang diam-diam gemar meniru tingkah
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 20: Jangan Tersandera Kelemahan Biologis
Oleh : Fauzan Azima* Di negeri yang gemar mencampur antara otak dan syahwat, lahirlah keyakinan ganjil: makin cerdas seseorang, makin sulit ia
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 19: Ego Ditinggal Dulu, Perbaiki Hubungan dengan Gubernur
Oleh : Fauzan Azima* Di negeri yang pejabatnya gemar berteater, hubungan dengan gubernur sering terasa seperti sinetron panjang. Banyak konflik, sedikit solusi.
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- …
- 98
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







