Puisi Anggun Semoga kau kuat Gayoku Kencang menggemetarkan Keras menegaskan Sekali dua kali Berkali kali Terlihat rumah gagah diujung sana Tempat menyibakkan
Puisi untuk “Blang Mancung” Rahma Yanti
Tebarkan Manisku Tabu oh tebu taklagi semanis dulu sendu awan kelabu seolah terus memburu Tepi di gubuk kebun tebu warna merah meluap
Puisi “Tenda Tempatku Bermimpi” Anggun Hayati Rahman
Tenda Tempatku Bermimpi Ku berjalan menelusuri ujung melewati kaki-kaki manusia yang berhimpitan melihat wajah-wajah manusia yang murung Kutundukkan tubuhku Karena tenda ini
Puisi “Anakku” Malindayani
Anakku Anakku… kutanam di halaman sepohon pinus agar aku tetap bersamamu… mengingatmu ketika aku lupa pada waktu yang berjalan Tetaplah bersamaku.. memberi
Puisi Gempa “Gayo Enam Koma Dua”
AKTIVITASNYA selaku pengelola Humas Kantor Kementerian Agama (Kankemenag) Kabupaten Aceh Tengah, menuntut Darmawan S.Sos.I untuk selalu pegang kamera. Dan disana pun, terpanggil
La Tahzan Gayo
Oleh: Risman A Rachman Bagaimana aku tiada bersedih? Bumiku guncang, retak, ambruk Di sana mereka tertimbun, terhimpit, terjepit Diam, dan kaku, usai
Puisi “Gempa” Santy
karya Santy Saat kita merasakan geta ran yang begitu hebat berbisik suara yang begitu dahsyat entah dari mulut siapa raga terasa tak
- Sebelumnya
- 1
- …
- 212
- 213
- 214
- …
- 216
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






