Kaji Kerawang Gayo, Peneliti TGI Ansar Salihin Lolos Seleksi Dana Indonesia Raya

oleh

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Peneliti The Gayo Institute (TGI), Ansar Salihin, S.Sn., M.Sn., berhasil lolos seleksi Dana Indonesia Raya 2026 yang diselenggarakan Kementerian Kebudayaan bekerja sama dengan LPDP Kementerian Keuangan. Ansar terpilih melalui skema Kajian Objek Pemajuan Kebudayaan dan Cagar Budaya dengan judul penelitian “Kajian Ragam Hias Kerawang Gayo sebagai Objek Pemajuan Kebudayaan.”

Melalui laman Dana Indonesia Raya proposal Ansar Salihin, dinyatakan lolos dan layak dilanjutkan untuk tahap berikutnya perbaikan rab dan tanda tangan kontrak.

Program tersebut merupakan bagian dari upaya penguatan kajian dan pelestarian kebudayaan Indonesia, khususnya terhadap kekayaan budaya yang memiliki nilai sejarah dan identitas masyarakat.

Ansar Salihin mengatakan bahwa kelolosan dalam Dana Indonesia Raya 2026 menjadi kesempatan penting untuk memperluas kajian mengenai Kerawang Gayo, tidak hanya dari aspek bentuk dan estetika, tetapi juga sebagai bagian dari pengetahuan dan identitas budaya masyarakat Gayo.

“Melalui program ini, akan melakukan sejumlah kegiatan meliputi penelitian, digitalisasi, penulisan buku, publikasi ilmiah, serta pameran ragam hias Kerawang Gayo. Kegiatan tersebut akan dilaksanakan di Kabupaten Aceh Tengah dan Bener Meriah mulai November 2026 sampai Juli 2027,” jelas Ansar.

Direktur The Gayo Institute, Dr. Salman Yoga, S, menyampaikan apresiasi atas capaian yang diraih Ansar Salihin. Menurutnya, keberhasilan tersebut menjadi kebanggaan bagi TGI sekaligus menunjukkan bahwa kajian kebudayaan lokal memiliki ruang penting dalam pengembangan pengetahuan dan pemajuan kebudayaan nasional.

“Selamat dan apresiasi kepada Ansar Salihin atas keberhasilannya lolos dalam Dana Indonesia Raya 2026. Ini merupakan capaian yang membanggakan bagi The Gayo Institute. Kami juga menyampaikan terima kasih dan apresiasi kepada Menteri Kebudayaan yang telah membuka ruang dan memberikan dukungan bagi para peneliti untuk mengembangkan kajian kebudayaan Indonesia, termasuk kebudayaan Gayo,” ujar Salman Yoga. [Zuhra]

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.