Bersama ICAIOS, IAIN Takengon Bahas Kesehatan Mental Pasca Bencana

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon bersama International Center for Aceh and Indian Ocean Studies (ICAIOS) menggelar Seminar “Psikologi Islam dan Qiraah Mubadalah bagi Kesehatan Mental Pasca Bencana” di Aula IAIN Takengon, Kamis, 10 September 2026.

Kegiatan ini merupakan kolaborasi antara ICAIOS dan IAIN Takengon dalam memperkuat kajian dan pemahaman mengenai kesehatan mental pascabencana melalui pendekatan psikologi, agama, pendidikan, gender, dan pengetahuan lokal.

Seminar ini juga menjadi ruang akademik untuk mempertemukan berbagai perspektif dalam memahami kondisi masyarakat setelah menghadapi bencana.

Rektor IAIN Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL menyampaikan rasa syukur atas terselenggaranya kegiatan yang mempertemukan sivitas akademika IAIN Takengon dengan para akademisi dan peneliti dari ICAIOS.

Menurutnya, kegiatan seperti ini penting bagi pengembangan wawasan sivitas akademika karena tidak hanya membahas topik tertentu, tetapi juga membuka ruang pembelajaran, diskusi dan pertukaran pengetahuan.

Ia juga menyampaikan bahwa kehadiran para akademisi dan peneliti dalam kegiatan tersebut dapat menjadi pemicu bagi sivitas akademika untuk terus berkembang secara intelektual. Rektor menyambut baik kehadiran ICAIOS dan berharap kolaborasi tersebut dapat terus memberikan manfaat, khususnya dalam memahami berbagai kondisi dan persoalan yang dihadapi masyarakat Aceh.

“Kami sebagai pimpinan menyambut baik kehadiran ICAIOS dan para narasumber. Kegiatan seperti ini penting bagi kita untuk melihat bagaimana kondisi di Aceh dan bagaimana kita dapat bersama-sama meresponsnya,” lanjutnya.

Sementara itu, Direktur ICAIOS, Reza Idria, Ph.D., menjelaskan bahwa ICAIOS merupakan organisasi riset yang saat ini dinaungi oleh tiga perguruan tinggi, yaitu Universitas Syiah Kuala, UIN Ar-Raniry, dan Universitas Malikussaleh.

Ia mengatakan, ICAIOS mengundang IAIN Takengon untuk berpartisipasi dalam kegiatan tersebut sebagai bagian dari upaya memperluas jejaring penelitian dan kolaborasi akademik.

“ICAIOS berdiri sejak 2008 dan menjadi salah satu ruang penelitian yang penting di Darussalam serta memiliki hubungan dengan kolega internasional. Hubungan dan jejaring seperti ini diharapkan tidak hanya terpusat di Banda Aceh, tetapi juga dapat mengangkat kualitas dan memperluas jaringan penelitian,” jelas Reza.

Reza juga menekankan pentingnya mengontekstualisasikan kajian dengan pengalaman masyarakat Aceh. Menurutnya, sejarah Aceh menunjukkan bahwa masyarakat telah menghadapi berbagai musibah, baik yang disebabkan oleh hubungan antarmanusia maupun faktor alam.

Ia mencontohkan bencana banjir yang melanda Aceh beberapa waktu lalu. Selain menimbulkan kerugian material, bencana juga dapat mengganggu kondisi psikologis masyarakat dan menyebabkan terjadinya perubahan dalam kehidupan sehari-hari.

“Bencana membuat kita mengalami fase interupsi dalam kehidupan. Karena itu, selain mitigasi agar kejadian serupa dapat diminimalkan, kita juga perlu memikirkan bagaimana ketika musibah terjadi, harapan dan penanganannya dapat dilakukan,” ungkapnya.

Menurut Reza, kondisi psikologis masyarakat pascabencana menjadi salah satu hal yang penting untuk dibicarakan. Karena itu, seminar tersebut diharapkan dapat menjadi bagian dari upaya untuk memahami dan membantu masyarakat keluar dari situasi sulit akibat bencana.

Ia menambahkan, pembahasan dalam seminar tidak hanya berhenti di ruang akademik, tetapi perlu diteruskan melalui berbagai ruang publik agar pengetahuan yang diperoleh dapat memberikan manfaat bagi masyarakat.

“Kegiatan seperti ini menjadi langkah awal yang memberikan manfaat, khususnya bagi IAIN Takengon dan masyarakat di sekitarnya,” pungkasnya.

Seminar tersebut menghadirkan Prof. Faqihuddin Abdul Qodir dari UIN Siber Syekh Nurjati Cirebon, Prof. Eka Srimulyani dari ICAIOS, Prof. Safrilsyah dari Fakultas Psikologi UIN Ar-Raniry, serta Husrin Konadi, M.Pd., Kons., dosen Bimbingan dan Konseling IAIN Takengon sebagai narasumber.

Pembahasan meliputi Qiraah Mubadalah dan kesehatan mental, Psikologi Islam dan kesehatan mental pascabencana, serta perspektif bimbingan dan konseling dalam konteks lokal. Kegiatan juga diisi dengan diskusi dan tanya jawab serta pengenalan Modul Seulamat dan pembahasan Modul Mubadalah dalam konteks Aceh.

Melalui kolaborasi ICAIOS dan IAIN Takengon, kegiatan ini diharapkan dapat memperkuat jejaring akademik dan membuka peluang kerja sama lanjutan dalam bidang kesehatan mental, psikologi Islam, gender, dan ketahanan masyarakat.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.