IAT IAIN Takengon: Memahami Wahyu, Membaca Zaman, Menjawab Persoalan Umat

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir (IAT) IAIN Takengon menggelar temu ramah mahasiswa dengan mengangkat tema “Dialektika Wahyu dan Zaman untuk Mengokohkan Fondasi Peradaban Baru melalui Mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir.” Kegiatan berlangsung di Uning Riverside, Pegasing, Aceh Tengah, Kamis (10/9/2026).

Kegiatan tersebut diikuti mahasiswa baru dan mahasiswa lama Program Studi IAT bersama para dosen. Temu ramah menjadi momentum mempererat silaturahmi sekaligus membangun semangat akademik mahasiswa dalam memahami Al-Qur’an dan mengaitkannya dengan dinamika kehidupan masyarakat.

Hadir dalam kegiatan tersebut Ketua Program Studi IAT IAIN Takengon, Muhammad Nurman, M.Ag., bersama para dosen, di antaranya Dr. Jufri Hasani Z, M.A., Sodikin, M.A., Dr. Irhas, M.A., Mumtaz Ibnu Yasa, M.Ag., Azwar Tsani, M.Ag., Ahmad Sudianto, M.A., Dr. Dwi Sukmanila Syaska, M.Us., dan Rismanudin Tanjung, M.Ag.

Sebagai pemateri, Futikhatus Sakdiyah, M.Ag., menekankan pentingnya mahasiswa IAT memiliki kemampuan membaca fenomena sosial yang berkembang di tengah masyarakat.

Menurutnya, mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir tidak cukup hanya memahami teks, tetapi juga harus mampu melihat konteks dan berbagai persoalan yang muncul dalam kehidupan masyarakat.

Mahasiswa IAT, kata dia, harus mampu membaca fenomena yang terjadi di masyarakat dan memberikan jawaban terhadap persoalan-persoalan yang dihadapi umat.

Dalam konteks tersebut, mahasiswa IAT memiliki posisi strategis sebagai pionir dan agen perubahan (agent of change) untuk menjawab berbagai tantangan zaman. Pemahaman terhadap wahyu perlu berjalan beriringan dengan kemampuan membaca perubahan sosial, perkembangan ilmu pengetahuan, teknologi, serta persoalan kemanusiaan.

Dengan demikian, Al-Qur’an tidak hanya dipahami sebagai teks yang dipelajari di ruang akademik, tetapi juga menjadi sumber nilai dan inspirasi dalam memberikan solusi terhadap persoalan kehidupan.

Sementara itu, Ketua Prodi IAT Muhammad Nurman, M.Ag., dalam sambutannya menyampaikan pesan khusus kepada mahasiswa baru agar mampu beradaptasi dengan lingkungan akademik dan membangun komunikasi yang baik dengan para dosen.

“Mahasiswa baru harus bisa beradaptasi dengan para dosen dan kondisi akademik di IAIN Takengon,” pesannya.

Ia menyebutkan, pada tahun ini terdapat 18 mahasiswa baru yang bergabung dalam Program Studi Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir. Jumlah tersebut menunjukkan perkembangan positif karena dari tahun ke tahun jumlah mahasiswa IAT terus mengalami peningkatan.

Menurutnya, hal yang lebih membanggakan adalah kiprah alumni IAT yang telah banyak memasuki dunia kerja. Bahkan, sebagian alumni telah menjadi dosen di IAIN Takengon dan sebagian lainnya mendirikan lembaga-lembaga pendidikan Al-Qur’an di tengah masyarakat.

“Alumni IAT sudah banyak yang bekerja, bahkan ada yang menjadi dosen di IAIN Takengon. Banyak pula yang sudah mendirikan lembaga Al-Qur’an,” ujarnya.

Hal tersebut menunjukkan bahwa Program Studi IAT tidak hanya berorientasi pada penguasaan keilmuan, tetapi juga mempersiapkan mahasiswa agar mampu mengaktualisasikan ilmu Al-Qur’an dalam kehidupan masyarakat.

Kegiatan temu ramah mahasiswa IAT atau MIQATA IAIN Takengon tersebut dilaksanakan oleh panitia di bawah penanggung jawab Ketua Prodi IAT dan Ketua MIQATA. Syahrial Rizki dipercaya sebagai Ketua Panitia Pelaksana, sedangkan Karmi Yanti bertugas sebagai pembawa acara.

Temu ramah diharapkan menjadi momentum bagi mahasiswa baru untuk mengenal lingkungan akademik, para dosen, senior, serta kultur keilmuan di IAIN Takengon. Lebih dari itu, kegiatan tersebut menjadi ruang untuk meneguhkan kembali peran mahasiswa Ilmu Al-Qur’an dan Tafsir dalam membaca perubahan zaman dan menghadirkan jawaban terhadap persoalan umat.

Wahyu memberikan nilai, zaman menghadirkan tantangan. Mahasiswa IAT dituntut mampu mempertemukan keduanya agar Al-Qur’an terus hadir memberi arah bagi kehidupan dan peradaban.

[Mahbub Fauzie]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.