Buku Ansar Salihin tentang Lintasan Gajah Kembali Lolos Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Cerita Anak di Balai Bahasa

oleh

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Sayembara Penulisan dan Penerjemahan Buku Cerita Anak Dwi Bahasa resmi dirilis oleh Balai Bahasa Provinsi Aceh, Jumat 17 April 2026. Salah satu naskah yang lolos karya Ansar Salihin yang berjudul “Ucak dan Meurah Di Lintasan Gajah” Terjemahan dari Bahasa Gayo “Ucak urum Meurah i Lintesen Gajah”. Cerita tersebut mengangkat tema konflik antara manusia dan gajah di wilayah Gayo dengan pendekatan cerita anak yang hangat dan edukatif.

Dalam pengumuman resmi, terdapat 29 naskah terpilih yang dari dua jenjang kategori, yaitu kategori A 14 naskah dan kategori C 15 naskah. Naskah tersebut berasal dari penulis seluruh Aceh dengan berbagai bahasa daerah yang ada di Aceh. Ansar Salihin berhasil lolos pada kategori C atau pembaca Semenja anak-anak umur 8-12 tahun.

Buku yang ditulis Ansar mengisahkan tentang Ucak, seorang anak yang tinggal di desa dekat hutan dan kebun kopi. Ia bersahabat dengan Meurah, seekor anak gajah yang tersesat. Persahabatan mereka terjalin penuh keceriaan hingga suatu hari kawanan gajah datang dan memicu kepanikan warga. Dalam situasi tersebut, Ucak dihadapkan pada pilihan sulit dan berusaha mencari jalan agar manusia dan gajah dapat hidup berdampingan secara damai. Cerita ini menghadirkan pesan moral tentang empati, keberanian, dan harmoni dengan alam.

Ansar Salihin mengungkapkan bahwa cerita ini terinspirasi dari realitas konflik manusia dan gajah yang kerap terjadi di wilayah Gayo terutama kabupaten Bener Meriah. Ia berharap karyanya dapat menjadi media edukasi bagi anak-anak untuk lebih memahami pentingnya menjaga keseimbangan antara kehidupan manusia dan satwa liar.

“Saya ingin anak-anak belajar bahwa konflik bisa diselesaikan dengan cara yang bijak, bukan dengan kekerasan. Kita harus hidup berdampingan dengan alam,” ujarnya.

Ansar Salihin penulis kelahiran Buntul Kepies Bener Meriah dan saat ini menetap di Banda Aceh. Ia merupakan alumni Program Pascasarjana Pengkajian dan Penciptaan Seni ISI Padang Panjang. Berprofesi sebagai guru Seni Budaya di MAN 1 Aceh Besar dan juga aktif membina kegiatan literasi di madrasah serta produktif menulis berbagai karya, mulai dari buku pelajaran, buku ilmiah populer, antologi puisi, cerpen, dan cerita anak. [SP/ZR]

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.