Kepala Kantor Kemenag Aceh Tengah, H. Wahdi MS, MA, dalam sambutannya menegaskan bahwa ajang GTK Prestasi merupakan sarana krusial untuk mengukur dan mengembangkan kompetensi, kreativitas, serta profesionalisme para pendidik.
Melalui Bimtek intensif ini, Kemenag Aceh Tengah berharap dapat melahirkan delegasi GTK yang unggul, inovatif, dan berdaya saing tinggi, sekaligus mempertegas komitmen daerah dalam memajukan mutu pendidikan madrasah.
Kegiatan yang diikuti oleh 242 peserta ini dibuka secara resmi oleh Kepala Kantor Wilayah (Kakanwil) Kemenag Provinsi Aceh, Drs. H. Azhari, M.Si, secara daring.
Dalam arahannya, Azhari memberikan motivasi kepada seluruh peserta agar tidak henti melahirkan inovasi. Ia menekankan pentingnya menunjukkan kinerja terbaik demi mendongkrak mutu pendidikan madrasah dan keagamaan di Serambi Mekah.
Untuk membekali peserta, Bimtek ini menghadirkan pemateri kompeten dan juga pernah menjadi juara di GTK Berprestasi Nasional.
Sesi pertama diisi oleh Kepala MTsN 1 Banda Aceh, Dr. Ummiyani, S.Ag., M.Pd, secara daring. Ia mengupas tuntas materi Langkah Jitu GTK Prestasi serta Kriteria Penilaian Berkas dan Presentasi.
Ummiyani membagikan strategi jitu menyusun berkas yang memikat tim penilai serta teknik presentasi yang efektif dan efisien.
Selanjutnya, materi beralih ke sesi tatap muka langsung yang dipandu oleh Zuyyina, M.Pd. Juara 1 Kepala Madrasah Berprestasi Provinsi Aceh tahun 2023 ini mengulas secara rinci mengenai Petunjuk Teknis (Juknis) dan Kategori GTK Prestasi Tahun 2026, termasuk regulasi dan persyaratan yang wajib dipenuhi peserta.
Tak kalah penting, sesi penyusunan karya tulis disampaikan oleh Ruhdiani, S.Ag., M.Pd. Juara Favorit Nasional tahun 2025 ini membimbing langsung para peserta dalam menyusun Laporan Kegiatan (Best Practice) yang sistematis dan berbasis pengalaman nyata di lapangan agar memiliki nilai jual tinggi dalam penilaian.
Peserta kegiatan terdiri dari para guru, tenaga kependidikan, serta kepala dan pengawas madrasah di lingkungan Kemenag Aceh Tengah. [SP/ZR]