Sumpah Pemuda 2026: Menjaga Generasi, Tanggung Jawab Kita Bersama

oleh

Oleh: Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd (Pemerhati Sosial Kemasyarakatan, Penghulu Ahli Madya dan Kepala KUA Kecamatan Atu Lintang, Kabupaten Aceh Tengah)

Setiap 28 Oktober, kita memperingati Hari Sumpah Pemuda, momentum untuk meneguhkan kembali persatuan dan tanggung jawab terhadap masa depan bangsa. Jika pemuda 1928 berjuang membangun kesadaran kebangsaan, generasi muda hari ini menghadapi tantangan pergaulan, narkoba, pengaruh negatif teknologi, serta lunturnya kepedulian sosial.

Karena itu, memperingati Sumpah Pemuda tidak cukup dengan upacara dan mengulang ikrar persatuan. Kita perlu memastikan keluarga, sekolah, dan masyarakat menjadi lingkungan yang aman bagi tumbuh kembang generasi muda.

Pesan ini relevan dengan pengajian BKMT Kecamatan Atu Lintang di Masjid Jamik Miftahul Huda, Kampung Merah Jernang, Selasa, 27 Oktober 2026. Lebih dari 500 jemaah hadir mendengarkan tausiah Dr. Tgk. Irwansyah, M.Pd. (Tgk. TIR). Camat Atu Lintang Malikussaleh, S.Sos., M.AP., mengajak masyarakat meningkatkan kepedulian terhadap generasi muda, sementara Tgk. TIR menekankan pentingnya peran orang tua dalam membimbing anak dan mencegah pengaruh negatif, termasuk narkoba.

Pesan tersebut mengingatkan kita bahwa menjaga generasi bukan hanya tugas pemerintah atau sekolah, melainkan tanggung jawab bersama.

Dalam masyarakat Gayo, nilai sumang mengajarkan kepatutan, kesantunan, dan penghormatan terhadap orang lain. Nilai adat dan agama ini perlu diwariskan melalui pendidikan dan keteladanan, bukan dengan mempermalukan atau menghakimi anak. Kebebasan bergaul tetap diperlukan, tetapi harus disertai tanggung jawab dan pemahaman tentang batasan.

Dalam menghadapi persoalan pergaulan remaja, kita perlu bersikap bijaksana dan mengedepankan kepentingan terbaik bagi anak. Dalam situasi tertentu, keluarga mungkin mempertimbangkan pernikahan sebagai salah satu jalan untuk menyelesaikan persoalan yang dihadapi. Namun, keputusan tersebut perlu dipertimbangkan secara matang agar tidak menimbulkan persoalan baru di kemudian hari.

Pernikahan bukan hanya tentang menyatukan dua insan, tetapi juga tentang kesiapan membangun kehidupan bersama. Di dalamnya terdapat tanggung jawab, komitmen, kematangan emosional, kemampuan berkomunikasi, serta kesiapan sosial dan ekonomi. Karena itu, keluarga perlu memberikan pendampingan dan pemahaman kepada anak bahwa membangun rumah tangga membutuhkan persiapan yang memadai.

Di Indonesia, usia minimum perkawinan bagi laki-laki dan perempuan adalah 19 tahun. Penyimpangan terhadap ketentuan tersebut memerlukan dispensasi dari pengadilan sesuai peraturan perundang-undangan. Ketentuan ini menjadi pengingat akan pentingnya mempertimbangkan kematangan dan perlindungan anak dalam setiap keputusan terkait perkawinan.

Sebagai penghulu sekaligus Kepala KUA, saya memandang bahwa bimbingan perkawinan dan edukasi pranikah memiliki peran penting dalam mempersiapkan generasi muda membangun keluarga yang harmonis dan bertanggung jawab. Namun, pembinaan idealnya tidak baru dimulai ketika seseorang hendak menikah. Pendidikan tentang akhlak, tanggung jawab, relasi yang sehat, serta kehidupan berkeluarga perlu ditanamkan sejak dini sesuai usia dan tahap perkembangan anak.

Di sinilah makna menjaga generasi menjadi semakin penting. Kita tidak hanya ingin membantu anak-anak melewati persoalan yang mereka hadapi saat ini, tetapi juga mempersiapkan mereka agar kelak mampu membangun keluarga yang sehat, mendidik anak dengan baik, dan memberikan kontribusi positif bagi masyarakat.

Orang tua perlu hadir sebelum persoalan membesar. Memenuhi kebutuhan materi anak memang penting, tetapi perhatian, komunikasi, dan keteladanan tidak kalah berarti. Luangkan waktu untuk mendengarkan cerita mereka, mengenal lingkungan pergaulannya, serta membangun kesepakatan mengenai penggunaan gawai dan aktivitas sehari-hari.

Ketegasan tetap diperlukan, tetapi harus disertai kasih sayang. Anak yang merasa dihargai akan lebih mudah terbuka ketika menghadapi masalah. Sebaliknya, bentakan dan ancaman dapat membuat mereka memilih menyembunyikan persoalan.

Ancaman narkoba dan pengaruh negatif media digital juga membutuhkan perhatian serius. Pencegahan tidak cukup dengan larangan, tetapi perlu dibarengi edukasi, lingkungan pergaulan yang sehat, keterampilan menolak ajakan buruk, serta pendampingan yang tepat.

Di tingkat masyarakat, seruan Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah agar siswa dan siswi tidak beraktivitas di luar rumah melewati pukul 21.00 WIB tanpa pendampingan orang tua atau wali perlu diiringi kerja nyata. Reje dan aparat kampung, imem, petue, RGM, tokoh adat, sekolah, madrasah, tenaga kesehatan, dan aparat keamanan dapat berkolaborasi sesuai peran masing-masing.

Majelis taklim seperti BKMT juga berpotensi memperkuat pendidikan keluarga, pengasuhan, akhlak, dan pencegahan narkoba. Pada saat yang sama, generasi muda perlu diberi ruang untuk berkembang melalui kegiatan keagamaan, olahraga, seni, literasi, kewirausahaan, dan pengabdian sosial.

Kita tidak boleh hanya memandang anak muda sebagai kelompok yang harus diawasi. Mereka juga memiliki gagasan, kreativitas, dan potensi untuk membangun daerah. Mereka perlu dibimbing sekaligus dipercaya.

Namun, sebelum menuntut anak berubah, orang dewasa harus berani bercermin. Apakah kita telah memberikan contoh kejujuran, kesantunan, tanggung jawab, dan penghormatan terhadap sesama? Anak-anak belajar bukan hanya dari nasihat, melainkan juga dari perilaku yang mereka saksikan setiap hari.

Pada Hari Sumpah Pemuda, 28 Oktober 2026, mari kita perbarui komitmen menjaga generasi penerus bangsa. Jika pemuda 1928 mewariskan semangat persatuan, tugas kita hari ini adalah menyiapkan generasi yang berakhlak, tangguh, cerdas, dan bertanggung jawab.

Mari menjaga anak-anak dengan kepedulian, bukan sekadar kecurigaan; dengan keteladanan, bukan hanya tuntutan; dan dengan pendampingan, bukan semata-mata hukuman.

Sebab, menjaga generasi adalah tanggung jawab kita bersama. Masa depan bangsa turut ditentukan oleh apa yang kita tanamkan kepada anak-anak hari ini.[]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.