ACEH BARAT-LintasGAYO.co : Badan Reintegrasi Aceh (BRA) terus mendorong percepatan pelaksanaan program reintegrasi di Kabupaten Aceh Barat. Salah satu langkah yang dilakukan adalah persiapan lahan reintegrasi yang dirangkaikan dengan pertemuan bersama jajaran Komite Peralihan Aceh (KPA) Wilayah Aceh Barat.
Ketua Badan Reintegrasi Aceh, Jamaluddin SH, M.Kn, mengatakan kegiatan tersebut merupakan bagian dari upaya memperkuat koordinasi antara BRA, KPA dan para penerima manfaat reintegrasi.
“Persiapan lahan ini menjadi bagian penting untuk memastikan program reintegrasi dapat dilaksanakan secara tepat sasaran dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat penerima manfaat,” kata Jamaluddin pada Rabu, 7 Oktober 2026 di Meulaboh.
Pertemuan tersebut dihadiri Ketua KPA Wilayah Aceh Barat, Panglima Daerah, Panglima Sagoe, Ketua Satuan Pelaksana BRA Kabupaten Aceh Barat, serta unsur penerima manfaat yang terdiri dari mantan kombatan GAM, mantan tahanan politik/narapidana politik (Tapol/Napol) dan masyarakat korban konflik.
Menurut Jamaluddin, pertemuan juga menjadi ruang untuk menghimpun berbagai masukan mengenai kondisi calon lahan, kebutuhan masyarakat sasaran serta aspek teknis yang perlu dipersiapkan sebelum program dilaksanakan.
Ia menegaskan, penyediaan dan pengelolaan lahan reintegrasi membutuhkan kesamaan pemahaman seluruh pihak agar pelaksanaannya berjalan secara transparan, terarah dan sesuai kebutuhan penerima manfaat.
“BRA ingin memastikan program ini tidak hanya berhenti pada penyediaan lahan, tetapi dapat menjadi bagian dari upaya membangun kemandirian dan manfaat ekonomi yang berkelanjutan bagi masyarakat,” ujarnya.
Jamaluddin berharap persiapan lahan di Aceh Barat dapat segera ditindaklanjuti melalui koordinasi yang lebih konkret antara seluruh pihak terkait.
Ia menyebut keberhasilan program reintegrasi bukan semata-mata menyangkut pemenuhan hak penerima manfaat, tetapi juga bagian dari upaya menjaga keberlanjutan perdamaian Aceh.
“Reintegrasi harus terus kita kuatkan. Perdamaian Aceh membutuhkan kerja bersama dan program yang benar-benar dirasakan manfaatnya oleh masyarakat,” demikian Jamaluddin.
[SP]





