Cinta Tembuni, Akademisi USK Terbitkan Buku Sejarah hingga Masa Depan

oleh

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Salah seorang putra Gayo, Ali Makmur, S.Pt., M.Si., akademisi Universitas Syiah Kuala, menerbitkan buku berjudul Tanoh Gayo: Sejarah, Budaya, Kearifan Lokal dan Masa Depan pada September 2026.

Buku tersebut diterbitkan oleh Widina Media Utama, Bandung, Provinsi Jawa Barat. Karya tersebut menjadi salah satu upaya untuk mendokumentasikan sejarah, budaya, kearifan lokal, serta berbagai potensi dan persoalan yang berkaitan dengan Tanoh Gayo.

Meskipun tema yang diangkat berada di luar bidang keahlian utamanya, yakni biokimia dan ilmu nutrisi veteriner, minat dan kepedulian terhadap daerah menjadi dorongan untuk menulis karya tersebut.

“Buku ini memang di luar bidang keahlian utama saya, yaitu biokimia dan ilmu nutrisi veteriner. Namun, ada keinginan untuk mendokumentasikan sejarah, budaya, dan kearifan lokal Tanoh Gayo agar tetap dikenal dan dipelajari oleh generasi berikutnya,” ujarnya.

Dalam proses penyusunannya, berbagai masukan, informasi, dan sumber referensi diperoleh dari sejumlah pihak dan responden di Aceh Tengah, Bener Meriah, Gayo Lues, Aceh Tenggara, Aceh Timur, dan Aceh Tamiang.

Ia menyampaikan terima kasih kepada para tokoh, responden, dan seluruh pihak yang telah memberikan informasi, masukan, serta sumber referensi sehingga karya tersebut dapat diselesaikan. Perhatian terhadap kelestarian bahasa Gayo juga menjadi bagian dari harapan yang disampaikan. Ia berharap bahasa Gayo dapat dimasukkan dalam kurikulum pendidikan mulai tingkat SD, SMP, hingga SMA/MA/SMK, terutama di wilayah Tengah Aceh yang didominasi masyarakat Gayo.

Menurutnya, pendidikan dapat menjadi salah satu sarana penting untuk menjaga bahasa daerah agar tetap dikenal, dipelajari, dan digunakan oleh generasi muda sehingga keberadaannya tetap terjaga dan tidak terancam punah.

Terbitnya buku Tanoh Gayo merupakan karya kedelapan putra asli Gayo Lues ini.

“Semoga buku ini dapat memberikan manfaat dan menjadi bagian dari kontribusi kecil bagi pengembangan ilmu pengetahuan dan dokumentasi daerah, terutama wilayah Tengah Aceh,” harapnya. [I.Firaz]

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.