TAKENGON-LintasGAYO.co : Komplek Makam Reje Linge, salah satu situs cagar budaya terpenting di wilayah Gayo, kini sangat terisolir setelah akses jalan utama menuju lokasi tersebut putus akibat bencana hidrometeorologi yang melanda Aceh pada tahun lalu.
Hujan deras yang masih berlangsung terus-menerus memicu aliran sungai meluap dan material longsor menimbun serta merusak satu-satunya jembatan penghubung menuju situs bersejarah tersebut.
Saat melakukan pemantauan Situs Cagar Budaya, Azman selaku Penggiat Budaya dan Sejarah Gayo mengatakan bahwa, kondisi terkini akses menuju lokasi makam sangat memperihatinkan.
“Banjir bandang tahun lalu membuat badan sungai semakin melebar, banyak timbunan material longsor, dan gelondongan kayu berserak di beberapa titik badan jalan,” katanya, Senin 5 Oktober 2026.
Masyarakat hingga saat ini masih kesulitan melakukan kunjungan ke lokasi Makam, karena terputusnya akses utama tersebut.
Putusnya akses ini tidak hanya menghambat pemantauan keamanan dan pemeliharaan komplek makam Raja tersebut, tetapi juga mengancam potensi kerusakan lebih lanjut akibat cuaca ekstrem yang hingga saat ini masih terus berlangsung.
Berdasarkan amatannya dilapangan, Azman menyampaikan, bahwa kondisi tiang-tiang cungkup komplek utama Makam Raja Linge saat ini sudah mulai terlihat lapuk dan miring (murenyot). Sedangkan untuk cungkup di komplek Makam Raja Jawan dan Banta Cut kondisinya lebih memprihantinkan lagi.
Pemerintah daerah dan semua pihak diharapkan segera melakukan upaya rekonstruksi dan rehabilitasi akses dan sarpras Komplek Makam Raja Linge tersebut.
Penggiat budaya Gayo dan masyarakat berharap pemulihan akses ke lokasi Makam bisa segera dilakukan agar situs yang menjadi kebanggaan identitas masyarakat Gayo ini senantiasa terlindungi dan dilestarikan.
[SP]




