[Puisi Bahasa Gayo] Ijo Kupi Bur ni Telong Hamidah Bur ni Telong nge mujadi saksi bukti sejarah ketegaren tanoh Gayo-ngku isien Tanoh
Mengukur Nafas Waktu, Bagian 9: Antara Tulang dan Tanah
Oleh : Syukri Muhammad Syukri* Pagi itu di ceruk Ujung Karang, cahaya matahari menyusup pelan di antara dinding batu. Udara lembap, dan
Mengukur Nafas Waktu, Bagian 8: Jejak yang Pernah Bicara
Oleh : Muhammad Syukri* Di ceruk Mendale, tanah tidak hanya menyimpan alat dan hiasan, tapi juga sisa tubuh yang pernah hidup. Para
Mengukur Nafas Waktu, Bagian 7: Hiasan yang Menyimpan Nyanyian.
Oleh : Syukri Muhammad Syukri* Sejak hari pertama ekskavasi di ceruk Mendale dan ceruk Ujung Karang, ada satu sosok yang selalu hadir,
Mengukur Nafas Waktu, Bagian 6: Batu Bicara Asal Muasal
Oleh Syukri Muhammad Syukri Di antara serpihan tanah yang tersingkap dari sisa pengerukan tebing ceruk Mendale, Ketut menemukan sesuatu yang membuatnya terdiam
[Puisi] Berpulang
[Puisi] Berpulang Herza Alwanny Februari 2026, Riuh rumah tak lagi bergema Lamgkah berlalu tanpa hilir mudik Tamgisan, harapan bertumpuk pada satu pundak
Mengukur Nafas Waktu, Bagian 5 : Bisikan Bumi
Oleh : Syukri Muhammad Syukri* Bagian 5: Bisikan Bumi. Hari-hari berikutnya, ceruk Mendale dan Ujung Karang tak lagi sunyi. Ketut dan Taufiq
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- …
- 224
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






