Kelas Sosial
Kaum miskin adalah pangeran siturah murebut kerejeen é
Agustín Díaz-Yanes, gere sara jemapé akan becerak tentang kite saat kita maté
Ketike berumur onom tun, ama-ngku bebuet
ari musim semi hinge musim semi berikuté
Ari matanilo soboh hinge matanilo iélopen, wé murawat hewan-hewan.
Mandor menikotné urum tali
kati wé gere tersesat i rerak,
i cabang ni kayu zaitun, i lut kucak,
i emun beku musim bengi i arul.
Ketika lao muloi gelep, wé munegué ulak urum jinaké,
munulakenné seputih salju,
kemung pumué
mugegir den mulepok,
den kusuté rasa itaringen
i rering rapuh
paru-parué si berwarna ilang mude
den jantungé si kucak.
I tun-tun terakhiré, wé ulak mujadi kekanak budak.
Wé ninget hawa begi kaum proletar,
(si séni nge muresap ku tulen-tulené),
aroma segé, film bisu pemulo,
den ruti urum minyak zaitun Angelus,
saat nutrisi palsu.
Namun tua é, si beraté jeroh,
urum sepatu bot kulit den sarung pumu é,
penah iemahé, urum gerbak kude,
ku dokter.
Wé gere ninget perjelenen oya.
Ketike pakéa munurunen né ari kereta, wé gerené mugerak nadi é,
Demam é i atas 104 derajat,
den wé hampir benasa,
ama-ngku, onom tun, kerna penyakit pneumonia.
Ama-ngku, onom tun.*[SY]*
Isabel Pérez Montalbán, adalah penyair kontemporer Spanyol, penulis lima belas kumpulan puisi, dan penerima berbagai penghargaan sastra Spanyol termasuk Premio Internacional de Poesía (2019). Lahir di Córdoba-Andalusia pada tahun 1964, Pérez Montalbán dibesarkan dalam kemiskinan ekstrem, dan mengalami masa kecil dan remaja yang sulit karena ibunya meninggal ketika ia berusia tiga tahun. Tahun-tahun hidupnya dihabiskan di panti asuhan. Ia adalah pendiri subgenre puisi di Spanyol yang berjudul “Puisi Nurani” dan telah menjadikan misinya untuk memberikan suara kepada kaum terpinggirkan dan miskin serta membahas tema-tema universal seperti ketidakadilan, ketidaksetaraan, dan eksploitasi.
Isabel Pérez Montalbán belajar menjadi guru dan juga belajar studi media. Dia saat ini tinggal di Málaga, dan telah mengambil bagian dalam beberapa festival sastra seperti Pekan Puisi Barcelona pada tahun 2007.
Penghargaan dan hadiah Hadiah Sastra Muda Kota Málaga, 1992 (No es precisa la muerte), Hadiah Barcarola, 1995 (Puente levadizo), Hadiah Leonor, 2000 (Los muertos nómadas), Buku puisi Tidak ada yang perlu dilakukan (Málaga, 1992). Pueblo nomada (Málaga, 1995). Fuegos japonese en la bahía (Málaga, 1996), Puente levadizo (Albacete, 1996)
Cartas de amor de un comunista (Valencia, 2000), Los muertos nómadas (Soria, 2001)
De la nieve embrionaria (Montilla, 2002). El frio proletario (Málaga, 2002). Propia Siberia (Madrid, 2007).
Puisi karya Isabel Pérez Montalbán di atas diterjemahkan dari bahasa Spanyol oleh Elena Barcia, dan diterjemahkan ke dalam Bahasa Gayo oleh Salman Yoga S dalam upaya melesterikan dan menduniakan Bahasa Gayo melalui penerjemahan karya penulis-penulis dunia ke dalam Bahasa Gayo.*[SY]*





