Haili Yoga Belajarlah dari Awan Prado, Bagian 11: Jangan Menyesal Kalau Dapat Istri Jelek

oleh

Oleh : Fauzan Azima*

Ada lelaki yang setelah menikah mendadak menjadi juri kecantikan. Istrinya baru bangun tidur, rambut berantakan, langsung dibandingkan dengan perempuan di Instagram yang bangun tidur pun kelihatannya siap menerima penghargaan.

“Lihat itu istrinya orang, cantik!”

Padahal yang dilihat cuma foto. Tidak terlihat ketika marah, ketika tagihan datang, atau ketika suaminya lupa membeli cabai. Istri sendiri dilihat dengan kaca pembesar, perempuan lain dilihat dengan filter.

Maka nasihatnya sederhana: jangan menyesal kalau mendapatkan istri yang menurutmu tidak cantik. Yang perlu disesali adalah mendapatkan istri baik, tetapi mata masih sibuk mencari perempuan lain.

Sebab kecantikan punya masa berlaku. Hari ini wajah mulus, besok keriput. Rambut hitam berubah uban. Badan yang dulu kuat, kelak naik tangga saja mencari pegangan.

Yang lucu, ada lelaki sudah kepala lima, tetapi matanya masih keliling seperti petugas sensus.

Istri di rumah memasak, mencuci, mengurus anak dan menjaga keluarga. Suami malah berkata, “Kenapa kamu tidak seperti dia?”

Kalau perempuan lain memang lebih baik, pertanyaannya sederhana: mengapa tidak sekalian menikah dengannya? Biasanya setelah itu si lelaki mendadak sibuk memperbaiki posisi duduk.

Dalam rumah tangga, jangan membandingkan istri dengan perempuan lain. Kita hanya membandingkan kehidupan nyata dengan potongan gambar yang belum tentu menunjukkan kenyataan.

Istri yang sederhana mungkin justru orang yang tetap berada di sampingmu ketika engkau tidak punya apa-apa.

Haili Yoga, belajarlah dari Awan Prado. Jangan terlalu sibuk melihat milik orang lain sampai lupa menghargai apa yang ada di depan mata.

Kekuasaan juga seperti kecantikan. Ada masa dipuji, ada masa dilupakan. Jabatan hari ini membuat orang membungkuk, besok kursinya bisa diduduki orang lain.

Jadi, wahai para suami, rawatlah istrimu. Jangan membandingkannya. Kalau ingin melihat siapa yang perlu diperbaiki, bercerminlah dulu.

Siapa tahu yang bermasalah bukan wajah istri, melainkan selera dan perangai suaminya sendiri. Dan para pemimpin, jangan lupa: rakyat juga punya cermin. Mereka sedang melihat.

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.