Hadir di Konferensi Ulama Perempuan Indonesia, Prof Ridwan : Upaya Memperluas Wawasan dan Jaringan Akademik

oleh

JAKARTA-LintasGAYO.co : Rektor Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Takengon, Prof. Dr. Ridwan Nurdin, MCL., menghadiri kegiatan Konferensi Nasional Ulama Perempuan Indonesia (KUPI) yang dirangkaikan dengan Seminar Nasional Pra-KUPI III di lingkungan Fakultas Ilmu Sosial dan Ilmu Politik (FISIP) UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Kamis, 8 Oktober 2026.

Kegiatan ini diselenggarakan melalui kerja sama FISIP UIN Syarif Hidayatullah Jakarta dengan Yayasan Fahmina Cirebon sebagai ruang dialog akademik dan keagamaan untuk memperkuat peran ulama perempuan dalam mendorong perdamaian, keadilan, dan kesetaraan di tengah masyarakat.

Mengangkat tema “Ulama sebagai Aktor Perdamaian Global: Meneguhkan Keadilan, Kesetaraan, dan Hak Penyandang Disabilitas di Indonesia”, forum ini menyoroti pentingnya keterlibatan ulama dalam membangun kehidupan sosial yang inklusif, menjunjung nilai kemanusiaan, serta memberikan perhatian terhadap hak-hak kelompok rentan, termasuk penyandang disabilitas.

Seminar nasional tersebut menghadirkan sejumlah narasumber dari kalangan akademisi, tokoh agama, dan pegiat isu sosial. Di antara tokoh yang tercantum dalam kegiatan ini ialah Prof. Dr. Asep Saepudin Jahar, M.A., Ph.D., Prof. Dr. Phil. H. Kamarudin Amin, M.A., Fatimah Asri Muthmainnah, Dra. Nyai Hj. Badriyah Fayumi, Lc., M.A., Prof. Dr. Dzuriyatun Toyibah, M.Si., M.A., serta KH. Bahrul Fuad, M.A. Kegiatan ini dimoderatori oleh Inayah Wahid.

Kehadiran Rektor IAIN Takengon dalam kegiatan nasional tersebut menjadi bagian dari upaya memperluas wawasan dan memperkuat jejaring akademik antarlembaga perguruan tinggi.

“Forum ini juga memberikan kesempatan untuk mengikuti perkembangan pemikiran keagamaan yang responsif terhadap persoalan sosial, kesetaraan, dan perlindungan hak asasi manusia,” kata Prof Ridwan.

Melalui kegiatan ini, diharapkan nilai-nilai keadilan, kesetaraan, perdamaian, dan penghormatan terhadap keberagaman semakin menguat dalam pengembangan pendidikan tinggi keagamaan Islam.

Selain itu, dialog lintas akademisi dan tokoh masyarakat diharapkan dapat mendorong kontribusi nyata perguruan tinggi dalam menjawab tantangan sosial di tingkat nasional maupun global.

[SP]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.