TAKENGON-LintasGAYO.co : Seorang warga yang diketahui bernama Edi Diansyah (40) tahun, meninggal dunia setelah diserang gajah liar di perkebunan di kawasan Lut Jaya, Kecamatan Rusip Antara, Senin 12 Oktober 2026, sekira pukul 16.00 Wib.
Saat itu, Edi yang merupakan warga Kampung Arul Gele, Kecamatan Silihnara, tengah bekerja di perkebuna cabai miliknya di kawasan Lut Jaya, Rusip Antara.
Kejadian ini dibenarkan oleh Banta Arul Gele, Ridwan. Menurutnya, dari pengakuan keluarga, Edi saat itu, diketahui terluka oleh dua orang warga di Lut Jaya yang hendak pulang dari perkebunan miliknya.
Keduanya terkejut melihat Edi sudah tegeletak di tanah. “Saat itu, kedua warga tersebut tidak melihat adanya gajah di sekitar lokasi. Keduany kemudian menanyakan ke Edi, kenapa dengannya, dan korban menjawab di tendang oleh Gajah,” kata Ridwan, Selasa 13 Oktober 2026.
Keduanya pun memang melihat adanya jejak Gajah di sekitar perkebunan Cabai milik Edi. Merekapun kemudian bergegas memberitahu abang ipar korban yang tinggal di kampung Lut Jaya.
“Akhirnya, warga melakukan pertolongan dengan mengevakuasi Edi dari kebun ke pemukiman,” katanya.
Saat tiba di pemukiman, abang ipar korban kemudian memastikan kondisi adiknya itu, dan menanyakan apakah dirinya di tendang oleh Gajah, korban pun mengangguk.
“Kondisinya sudah tak memungkinkan berbicara, karena dadanya sesak hanya mengangguk,” kata Ridwan.
Edi kemudian diupayakan dibawa ke rumah sakit Datu Beru, namun prosesnya terkendala jalan yang tertimbun longsor.
“Jalan dari Rusip menuju Takengon ada yang longsor, menyulitkan membawa korban ke rumah sakit. Dan akhirnya korban meninggal dunia,” kata Ridwan.
Terpisah, Kepala Balai Konservasi Sumber Daya Alam (BKSDA) Aceh, Ujang Wisnu Barata, S. Hut., membenarkan insiden tersebut.
“Innalillahi wa inna ilaihi raji’un, kami turut berduka cita yang mendalam. Kami sudah mendapatkan informasi sebagaimana laporan tersebut dan saat ini masih terus kita dalami,” ujar Ujang.
Ujang menambahkan, BKSDA Aceh menerjunkan tim ke lokasi kejadian untuk memverifikasi kronologi secara menyeluruh sekaligus melakukan upaya penanganan konflik satwa di lapangan.
[Darmawan]





