Said Abdullah: Masyarakat Tengah dan Tenggara Aceh Tetap Bersatu Menjaga NKRI

oleh

BENER MERIAHLintasGAYO.co : Ketua Pembela Tanah Air (PETA) Bener Meriah, Said Abdullah, menegaskan seluruh komponen masyarakat di wilayah Tengah dan Tenggara Aceh tetap bersatu dan tidak mudah terpecah belah dalam menjaga keutuhan Negara Kesatuan Republik Indonesia (NKRI).

Menurut Said, persatuan seluruh elemen masyarakat merupakan modal penting untuk menjaga perdamaian yang telah diperjuangkan dan dibangun bersama di Aceh.

“Seluruh komponen masyarakat wilayah Tengah dan Tenggara tetap bersatu, tidak terpecah belah dalam membela NKRI,” ujar Said Abdullah.

Ia mengatakan, semangat persatuan tersebut tidak hanya menjadi tanggung jawab pemerintah, tetapi harus dijaga bersama oleh seluruh unsur masyarakat, mulai dari birokrat, ulama, tokoh masyarakat, mantan kombatan hingga organisasi Pembela Tanah Air (PETA).

Said menyebutkan, berbagai komponen tersebut kini memiliki semangat yang sama untuk menjaga perdamaian Aceh agar tetap berlangsung secara berkeadilan dan memberikan manfaat nyata bagi masyarakat.

“Birokrat, ulama, tokoh-tokoh masyarakat, mantan kombatan dan PETA telah bersatu untuk terus menjaga perdamaian yang berkeadilan dan bermanfaat dalam bingkai NKRI,” katanya.

Ia menegaskan, perbedaan latar belakang dan pengalaman tidak seharusnya menjadi alasan bagi masyarakat untuk saling berhadapan. Sebaliknya, perbedaan tersebut harus menjadi kekuatan untuk membangun Aceh yang damai, aman dan bermartabat.

Menurutnya, perdamaian tidak cukup hanya dimaknai sebagai berhentinya konflik bersenjata. Perdamaian harus diwujudkan melalui keadilan, kesejahteraan, penghormatan terhadap masyarakat serta pembangunan yang mampu dirasakan secara merata.

Karena itu, Said mengajak seluruh elemen masyarakat di wilayah Tengah dan Tenggara Aceh untuk tetap menjaga komunikasi, memperkuat persaudaraan dan menghindari berbagai upaya yang dapat memecah persatuan.

“Jangan beri ruang bagi siapa pun yang ingin memecah belah masyarakat. Kita boleh berbeda pandangan, tetapi tujuan kita harus tetap sama, yaitu menjaga perdamaian dan membangun daerah dalam bingkai NKRI,” tegasnya.

Said berharap semangat kebersamaan tersebut terus dipelihara sehingga masyarakat Aceh tidak kembali terjebak dalam konflik dan perpecahan masa lalu.

Ia menilai, menjaga perdamaian merupakan tanggung jawab bersama lintas generasi. Karena itu, seluruh komponen masyarakat harus mengambil peran dalam memastikan Aceh tetap menjadi daerah yang aman, damai dan mampu memberikan masa depan yang lebih baik bagi generasi mendatang.

Penegasan tersebut disampaikan dalam pertemuan tertutup di Bener Meriah tadi malam, 20 Agustus 2026 dengan Letjen TNI Kunto Arief Wibowo (Panglima Komando Gabungan Wilayah I) dan Brigjen TNI. Ali Imran (Dandrem Lilawangsa) bersama tokoh perdamaian Robani dan Radinal Sagita.

[FA]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.