Identitas Buku
Judul : Persentuhan Budaya Orang Jawa dengan Orang Gayo di Daerah Gayo Aceh Tengah
Penulis : Achmadi Jayaputra
Penerbit : Mahara Publishing, Kota Tangerang
Tahun Terbit : 2023
ISBN : 978-602-466-255-4
Jumlah Halaman : x + 203 halaman
Di tengah menguatnya kesadaran akan pentingnya merawat keberagaman sebagai kekuatan bangsa, buku Persentuhan Budaya Orang Jawa dengan Orang Gayo di Daerah Gayo Aceh Tengah karya Achmadi Jayaputra hadir sebagai kontribusi penting dalam mendokumentasikan perjalanan interaksi sosial dan budaya dua kelompok etnis yang hidup berdampingan di dataran tinggi Gayo.
Buku ini tidak hanya berbicara tentang sejarah migrasi dan pertemuan budaya, tetapi juga mengungkap bagaimana perbedaan dapat dikelola menjadi harmoni yang produktif.
Sebagai seorang antropolog budaya sekaligus putra daerah Gayo, Achmadi Jayaputra memiliki kedekatan emosional dan akademik dengan tema yang ditelitinya.
Kedalaman pengalaman lapangan dan ketekunan dalam penelitian sosial membuat buku ini kaya data, kaya perspektif, dan memiliki nilai ilmiah yang kuat. Penelitian dilakukan di Kampung Isaq Busur, Kabupaten Bener Meriah, serta Kampung Jeget Ayu, Kecamatan Jagong Jeget, Kabupaten Aceh Tengah, dua wilayah yang menjadi representasi nyata kehidupan masyarakat Gayo dan Jawa yang telah berinteraksi selama beberapa generasi.
Salah satu hal menarik dari buku ini adalah penjelasan mengenai sejarah kehadiran orang Jawa di Tanah Gayo. Penulis menunjukkan bahwa hubungan kedua etnis bukanlah fenomena baru.
Kehadiran orang Jawa telah berlangsung sejak masa kolonial Belanda, terutama untuk mendukung pengelolaan hutan pinus, perkebunan teh, dan pembukaan kebun kopi yang kemudian berkembang menjadi salah satu komoditas unggulan Tanah Gayo.
Lebih jauh, buku ini menguraikan bagaimana proses akulturasi berlangsung dalam kehidupan sehari-hari. Bahasa, sistem mata pencaharian, adat istiadat, kesenian, hingga pola hubungan sosial menjadi ruang perjumpaan yang melahirkan saling pengertian.
Orang Jawa tetap mempertahankan identitas budayanya, demikian pula orang Gayo, namun keduanya mampu membangun kehidupan bersama tanpa harus kehilangan akar kebudayaan masing-masing. Akulturasi yang digambarkan penulis bukanlah peleburan yang menghapus identitas, melainkan proses saling memperkaya dalam bingkai kebersamaan.
Nilai penting lainnya dari buku ini adalah keberhasilannya merekam dinamika sosial yang pernah menguji hubungan antar-etnis tersebut. Penulis tidak menutup mata terhadap berbagai tantangan yang pernah terjadi, mulai dari pergolakan politik nasional, konflik Aceh, masa Daerah Operasi Militer (DOM), hingga pandemi Covid-19.
Namun justru dari berbagai ujian tersebut terlihat bahwa masyarakat Jawa dan Gayo mampu membangun ketahanan sosial yang kuat melalui semangat gotong royong dan saling membantu.
Dari sisi metodologi, buku ini disusun secara sistematis. Penulis memulai pembahasan dari konsep-konsep sosial budaya, menguraikan karakteristik masyarakat Gayo dan Jawa, lalu membahas proses persentuhan budaya yang terjadi.
Pendekatan antropologi budaya yang digunakan menjadikan pembaca tidak hanya memperoleh informasi deskriptif, tetapi juga pemahaman analitis mengenai perubahan sosial dan budaya yang berlangsung dalam masyarakat.
Bagi masyarakat Gayo, buku ini memiliki makna yang lebih luas daripada sekadar karya akademik. Ia menjadi catatan sejarah sosial yang memperlihatkan bahwa kemajuan daerah lahir dari keterbukaan, toleransi, dan kemampuan menghargai perbedaan. Di tengah berbagai tantangan kebangsaan dewasa ini, pesan tersebut menjadi sangat relevan untuk terus dirawat dan diwariskan kepada generasi muda.
Buku ini layak dibaca oleh akademisi, mahasiswa, peneliti, pemerhati budaya, aparatur pemerintah, tokoh masyarakat, maupun siapa saja yang ingin memahami dinamika kehidupan masyarakat multikultural di Tanah Gayo.
Karya ini juga menjadi pengingat bahwa keberagaman bukanlah sumber perpecahan, melainkan modal sosial yang dapat memperkuat persatuan dan memperkaya identitas bangsa Indonesia.
Achmadi Jayaputra berhasil menghadirkan sebuah karya yang tidak hanya mendokumentasikan sejarah persentuhan budaya, tetapi juga menawarkan pelajaran berharga tentang toleransi, adaptasi, dan harmoni sosial. Buku ini merupakan kontribusi penting bagi khazanah literatur antropologi Indonesia sekaligus menjadi refleksi tentang indahnya kehidupan dalam keberagaman.
Profil Penulis
Achmadi Jayaputra merupakan putra Gayo kelahiran Takengon, 2 November 1957. Ia menyelesaikan pendidikan Sarjana Sastra Antropologi Budaya pada Fakultas Sastra Universitas Indonesia tahun 1988 dan melanjutkan studi Pascasarjana Administrasi Kebijakan Publik dengan kekhususan Pengembangan Masyarakat di Universitas Muhammadiyah Jakarta pada tahun 2002.
Sejak tahun 1986 mengabdikan diri sebagai aparatur negara di Kementerian Sosial Republik Indonesia dan dikenal sebagai peneliti yang produktif menghasilkan berbagai karya ilmiah di bidang sosial dan budaya. Saat ini beliau aktif sebagai peneliti di Badan Riset dan Inovasi Nasional (BRIN).[]
Peresensi: Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd. (Pemerhati Sosial Kemasyarakatan, ASN Kemenag bertugas srbagai Penghulu dan Kepala KUA Kec. Atu Lintang, Aceh Tengah)







