Nikah : Mempererat Silaturahmi

oleh

Oleh : Abdul Azis Al Jabbar, SHI*

Alhamdulillah Lebaran Idul Fitri 1442 H telah tiba. Banyak dari kita yang menggunakan momen lebaran ini untuk bersilaturahmi ke sanak saudara dan saling maaf memaafkan, begitu juga pengantin yang baru berkeluarga.

Pengantin yang baru menikah biasanya akan mengunjungi keluarga dari pihak istri ataupun keluarga pihak suami. Mereka biasanya menggunakan pakaian yang sama dan biasanya sang istri menggunakan pakaian yang dijahit dari bakal kain dari hantaran suami disaat Nikah dahulu.

Kegiatan ini bernama Teumuntuk. Teumuntuk adalah sebuah tradisi di Aceh terutama di wilayah pantai barat selatan yang dilakukan oleh pengantin baru, baik dari pengantin perempuan dan pengantin laki-laki untuk menghormati orang tua mereka, tetua desa, tetangga, handai taulan serta karib kerabat dengan saling menjabat tangan yang dilakukan saat Hari Raya Idul Fitri tiba.

Setiap orang akan menjabat tangan pasangan baru sambil memberikan mereka uang atau salam tempel dari keluarga yang dikunjungi dengan memasukkan ke dalam tangan pengantin tersebut.

Kebiasaan Teumuntuk merupakan sebuah adat yang memiliki pengaruh yang sangat dalam bagi masyarakat. Jika pasangan yang baru menikah tidak melaksanakan ritual ini, mereka akan merasakan pernikahan tidak lengkap dan tidak punya adat. Akan terdengar ucapan dari keluarga, tetangga dan sahabat mereka yang bertanya “mengapa kamu tidak datang ke rumah kami dan mengenalkan istri kamu kepada kami”.

Hal ini sangat memalukan dan akan berakibat berita yang buruk terhadap pasangan baru dalam bermasyarakat, karena mereka tidak menjalankan tradisi yang telah berlangsung secara turun temurun.

Tujuan Teumuntuk ini sangat baik, karena Teumuntuk ini bertujuan untuk memperkenalkan istri atau suami kita kepada keluarga besar kita. Karena pernikahan ini menggabungkan dua keluarga. Sebelum kita menikah, kita hanya memiliki satu keluarga, akan tetapi setelah kita menikah, kita memiliki dua keluarga.

Disamping itu juga, Teumuntuk bertujuan menjalani silaturahmi dengan seluruh keluarga kita, baik keluarga istri maupun keluarga suami. Karena menjalani silaturahmi bisa mendatangkan rezeki yang belimpah seperti Hadist Rasulullah SAW. yang Artinya:
“Barang siapa yang ingin dilapangkan rizkinya dan dipanjangkan umurnya, maka hendaklah ia menyambung tali silaturahmi”. [Muttafaqun ‘alaihi]

Dari Hadist di atas bisa kita bagaimana efek dari silaturahmi itu sendiri, karena Allah akan melimpahkan kepada kualitas pada umur kita dan Allah akan buka pintu rezeki. Akan tetapi apabila kita memutuskan tali silaturahmi, maka murka Allah sangat besar, Makanya kita jangan sekali kali kita memtusukan tali silaturahmi. Karena apabila kita memutuskan tali silaturahmi, bisa bisa kita tidak masuk Syurga. Seperti Hadist Rasulullah SAW. yang Artinya:
“Dari Jubair bin Muth’im radhiyallahu ‘anhu, ia berkata bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Tidak akan masuk surga orang yang memutus silaturahim.” (Muttafaqun ‘alaih) [HR. Bukhari, no. 2984 dan Muslim, no. 2556].

Dari Hadist diatas bisa kita lihat bagaimana dahsyatnya apabila kita memutuskan tali silaturahmi. Silaturahmi kepada keluarga kita bisa kita lakukan kapan saja, bukan hanya pada momen lebaran saja, tapi bisa kita lakukan kapan saja.

Pernikahan adalah menggabungkan dua insan manusia, menggabungkan dua keluarga. Pernikahan juga bahagian dari silaturahmi itu sendiri. Maka berkeluargalah wahai pemuda supaya rezeki kita semakin lancar. Pernikahan itu indah wahai para Pemuda, karena pernikahan bisa membuat hati tenang dan tentram.

Susoh, 18 Mei 2021

Penghulu Pertama pada KUA Kecamatan Susoh, Aceh Barat Daya.

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.