Catatan : Darmawan Masri
Pada hari ini, 7 Januari 2015 genap sudah setahun usia tabloid dwi mingguan tabloid LintasGAYO, dimana pada tanggal 7 Januari 2014 lalu tabloid ini resmi diterbitkan oleh sebuah perusahaan media dibawah naungan PT Lintas Gayo Korpora (LGK).
Beranjak dari sebuah media online yang telah eksis sejak tahun 2010 lalu, saat itu bernama www.lovegayo.com kemudian berubah menjadi www.lintasgayo.com dan kini menjadi www.lintasgayo.co perjalanan media ini menarik untuk diceritakan.
Membuat sebuah perusahaan media tentu tidaklah mudah, butuh kerja keras dan tim yang solid sehingga suatu media bisa terus menyajikan informasi-informasi yang teraktual tentu dengan slogan “Cerdas dan Mencerdaskan”.
Dalam catatan penulis, keinginan membuat sebuah media cetak di tanoh Gayo sudah sejak lama di cita-cita kan oleh segenap kru. Namun baru awal tahun 2014 lalu dapat terwujud. Sebuah keberanian mengambil langkah yang tepat sehingga media ini tetap eksis.
Pada tanggal 5 Januari 2014, saya bersama Pemimpin Redaksi LintasGayo.co Khalisuddin dan seorang rekan Ichwan beranjak ke Banda Aceh. Ada dua agenda berkunjung ke ibukota provinsi itu. Pertama adalah rapat redaksi bersama dewan redaksi yang ada di Banda Aceh untuk membicakan penerbitan edisi I tabloid yang LintasGAYO. Awalnya disepakati tabloid ini terbit sebulan sekali. Kedua menghadiri seminar Gayo yang digelar disana.
Menumpang disebuah wisma, rapat redaksi pun memunculkan agenda untuk menyusun materi tabloid yang akan disepakati akan terbit 7 Januari 2014.
Berbekal pengalaman yang mumpuni, koordinator liputan Dody Alamsyah dibantu Redaktur Pelaksana Jauhari Samalanga dibantu layouter Zulham Yusuf materi tabloid edisi pertama dikerjakan dalam semalam penuh. Kesemuanya tetap dibawah koordinasi Pimred.
Materi pun terssusun dan dummy edisi pertama siap untuk di cetak. Hari itu juga Senin 6 Januari 2014 Manager Marketing Yusuf Alfoba Kenawat ditunjuk untuk membawa dummy tersebut untuk dilakukan proses cetak di Medan-Sumatera Utara. Yusuf pun pergi ditemani Pimred sekaligus melakukan koordinasi dengan percetakan.
Saya dan rekan lainnya Ichwan beranjak ke Takengon-Aceh Tengah untuk menyusun pendistribusian pertama tabloid ini.
Tepat pada 7 Januari 2014 keesokan harinya, tabloid LintasGAYO pun hadir ditengah-tengah pembaca. Berbagai respon muncul dari kalangan pembaca setelah mendapatkan tabloid edisi pertama ini.
Pada edisi pertama tabloid LintasGAYO hanya berisikan 16 halaman saja, ini yang dinilai oleh pembaca telalu sedikit halamannya untuk tabloid yang terbit bulanan.
Menanggapi respon pembaca, pada edisi kedua tim redaksi berinisiasi menambah halaman tabloid menjadi 24 halaman. Tentu dengan materi yang lebih padat dan rubrik yang diperbanyak pula.
Melihat tabloid ini permintaannya cukup besar pada pemilu legislatif 2014 lalu, tim redaksi pun mengubah rentang terbit dari sebulan menjadi dwi mingguan yang dimulai pada edisi ke-3 dan sementara ini tabloid LintasGAYO terbit dalam rentang waktu dua minggu sekali (Dwi Mingguan) yakni pada tanggal 7 dan 22 setiap bulannya.
Dengan besarnya harapan pembaca kepada tabloid ini, tim redaksi akhirnya pada edisi ke-14 mulai menambah halaman yang semula hanya 24 halaman menjadi 32 halaman.
Perjalanan menyusun tabloid ini tidaklah mudah. Perusahaan yang baru berdiri sejak tahun 2012 ini belumlah mapan secara keseluruhan. Masih terdapat kendala besar yakni dari segi finansial. Tak jarang setiap kali terbit, kami harus memutar otak memperoleh biaya percetakan, hingga harus patungan dan meninjam kepada rekan-rekan lainnya.
Hak itu dikarenakan, sumber pendapatan yang masih tergantung dari pada iklan baru dibayar setelah penerbitan dilakukan. Sedangkan, biaya percetakan harus dibayar sebelum cetak dimulai.
Namun di sisi lain, tim redaksi tetap semangat dan berkerja keras agar tabloid LintasGAYO tetap bisa eksis sebagai sumber bacaan kekinian dari tanoh Gayo, sejumlah pihak turut membantu kelancaran tabloid ini hingga eksis sampai dengan sekarang.
Melalui tulisan ini kami segenap kru tabloid dwi mingguan LintasGAYO dan media online www.lintasgayo.co mengucapkan terima kasih kepada semua pihak yang membantu kami selama setahun ini.
Berbagai aspirasi pembaca sepunuhnya tidak bisa kami tampung, namun begitu kami segenap kru berusaha agar aspirasi dari pembaca sekalian bisa tertampung. Dengan harapan tabloid LintasGAYO bisa menjadi pemersatu urang Gayo dimana pun berada, baik dipelosok negeri ini hingga ke pusat-pusat perkotaan. Agar Gayo yang kurang akan dokumentasi tertulis bisa lebih eksis, sehingga pendokumentasian secara tertulis tentang sejarah, adat istiadat dan budaya Gayo dapat lebih bermakna melalui tabloid ini.
Akhir ni cerak, terime mi kami kin hari’e ari urang Gayo ken rakan sudere bebewene. Terimalah persembahan kami dari Gayo untuk para pembaca dimanapun berada. Selamat menikmati, semoga Gayo makin di hati kita semua.
*Sekretaris Redaksi LintasGAYO





