Ketua BRA: Pendidikan Efektif Jadi Kunci Pencegahan Konflik

oleh

Aceh Timur-LintasGAYO.co : Badan Reintegrasi Aceh (BRA) menegaskan bahwa pendidikan merupakan salah satu langkah paling efektif dalam mencegah munculnya konflik di tengah masyarakat.

Hal tersebut disampaikan dalam kegiatan “Saweu Sikula” yang digelar di Gedung LPTQ, Kompleks Perkantoran Pemkab Aceh Timur, Idi Rayeuk, Selasa (12/5/2026).

Ketua BRA, Jamaluddin, SH, M.Kn melalui sambutan yang dibacakan Deputi I, Fauzan Azima, menyampaikan bahwa program Saweu Sikula merupakan bentuk kehadiran dan keterlibatan pemerintah dalam menjalankan tugas pokok dan fungsi BRA terhadap generasi penerus Aceh.

Menurutnya, program tersebut bertujuan memastikan keberlangsungan pendidikan anak-anak dalam konsep reintegrasi, khususnya bagi keluarga eks kombatan, Tapol/Napol, masyarakat korban konflik, serta masyarakat yang terdampak bencana alam di Aceh.

“Kami yakin pendidikan efektif jadi kunci pencegahan konflik. Semakin tinggi pendidikan seseorang, semakin sempit peluang untuk berkonflik,” ujar Fauzan Azima saat membacakan sambutan Ketua BRA.

Ia menambahkan, pendidikan tidak hanya berfungsi meningkatkan kualitas sumber daya manusia, tetapi juga menjadi sarana membangun kesadaran damai, memperkuat toleransi, dan mempererat hubungan sosial di tengah masyarakat Aceh pasca konflik.

Kegiatan tersebut turut dihadiri Kepala Sekretariat BRA, para deputi, direktur, kepala bidang, para guru pendamping, serta murid sekolah dasar yang menerima bantuan perlengkapan sekolah melalui program Saweu Sikula.

Program tersebut diharapkan mampu membantu meringankan kebutuhan pendidikan anak-anak sekaligus memperkuat semangat belajar generasi muda Aceh menuju masa depan yang lebih damai dan sejahtera.

[Sp]

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.