Oleh : Zuliana Ibrahim* Puisi lahir dari sebuah kenyataan sejarah, melibatkan proses penghayatan penyair terhadap sesuatu yang ada di sekitarnya. Kenyataan yang
Tag: Zuliana Ibrahim
[Puisi] Jalan Lintang dan Pasar Inpres
[Puisi] Jalan Lintang dan Pasar Inpres Zuliana Ibrahim Waktu membusuk di udara, menerkam gerimis napas mulai tersenggal dan sebagian berdesakkan ke ubun-ubun
[Puisi] Doa Paling Sakral
[Puisi] Doa Paling Sakral Zuliana Ibrahim Doa-doa tenggelam doa-doa mengapung doa-doa meluap doa-doa hanyut doa-doa mendaki doa-doa merangkak doa-doa berceceran doa-doa berkeliaran
[Puisi] Perempuan Kopi
[Puisi] Perempuan Kopi Zuliana Ibrahim Perempuan berkelubung menarik kata dari ujung selendang merajutnya dengan tubuh gemetar berlapis amarah kening berkerut dengan sisa
[Puisi] Kelem Beguru
[Puisi] Kelem Beguru Zuliana Ibrahim Kelemni nge i édangi i atas ni talam pengharapen i tutung wan doa’a-do’a jeb waktu jeb jengkal
Sebutir Kopi di Tanoh Gayo
[Puisi] Sebutir Kopi di Tanoh Gayo Zuliana ibrahim Sebutir kopi Gayo menyusup ke jantung menelanjangi wajah angkuh mencekat kelu menampar waktu Sebutir
Puisi Tolak Tambang di Gayo
Emas Kami di Daun Kopi Oleh: Zuliana Ibrahim* Emas kami ada di daun kopi dipupuk dengan air mata dipanen dengan nurani dipetik
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- …
- 5
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.





