Sebutir Kopi di Tanoh Gayo

oleh
Ekpresi Zuliana Ibrahim saat membacakan puisi. (Munawardi)

[Puisi] Sebutir Kopi di Tanoh Gayo
Zuliana ibrahim

Sebutir kopi Gayo
menyusup ke jantung
menelanjangi wajah angkuh
mencekat kelu
menampar waktu

Sebutir kopi Gayo
perjalanan hidup yang berdenyut
tercatat di ujung jari
melipat sunyi yang sebelumnya menjadi-jadi

Sebutir kopi Gayo
sumber asap di dapur
penyumbat lapar yang berantai

Sebutir kopi Gayo
ditimang angin
diasuh matahari
dipangku tanoh tembuni
dirangkul rembulan
dikawini hujan

Sebutir kopi Gayo
dengan bau keringat dan genangan air asin dari mata petani
anak-anak mereka disusui sebutir kopi
tubuhnya dikelambui dedaun kopi
suara cangkul dari kekar tangan ayah ibu
jadi irama pengantar tidur

Kini sebutir kopi Gayo
menjelma gedung, mobil, tahta
bahkan bau busuk paling menusuk

Sebutir kopi Gayo
merahnya dilucuti janji
ditukar dengan mimpi
ditawar jadi besi, jadi api
hamparan surga duniawi

Sebutir kopi Gayo
tertawa dan menangis di tengah malam
jadi ampas di cangkir
yang diteguk rentenir!
Takengon, 2018

[SY]


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments