Kopi Rasa Segala Sungguhpun barista memutar gelas Mengalirkan listrik kemesin-mesin pemeras Suguhkan kopi dengan gelas berhias Aroma dan cita khas ber- style
Kandar SA “SABA” Bikin Lagu “Gempa”
GERE ikire… gaeh ni bele Iwan porak lao uuu dengan tibe-tibe Gempa gere terbebele oo Ama Amang ku ine …Laillahaillallah . Laillahaillallah…
Puisi Kopi Razak Pulo
Menyesap Secangkir Kopi Di Takengon Aku di sini di kotamu merajut segala sunyi menjadi pakaianku yang nyaman Dalam dekapan sang
[Puisi] Semoga kau kuat Gayoku
Puisi Anggun Semoga kau kuat Gayoku Kencang menggemetarkan Keras menegaskan Sekali dua kali Berkali kali Terlihat rumah gagah diujung sana Tempat menyibakkan
Puisi untuk “Blang Mancung” Rahma Yanti
Tebarkan Manisku Tabu oh tebu taklagi semanis dulu sendu awan kelabu seolah terus memburu Tepi di gubuk kebun tebu warna merah meluap
Puisi “Tenda Tempatku Bermimpi” Anggun Hayati Rahman
Tenda Tempatku Bermimpi Ku berjalan menelusuri ujung melewati kaki-kaki manusia yang berhimpitan melihat wajah-wajah manusia yang murung Kutundukkan tubuhku Karena tenda ini
Puisi “Anakku” Malindayani
Anakku Anakku… kutanam di halaman sepohon pinus agar aku tetap bersamamu… mengingatmu ketika aku lupa pada waktu yang berjalan Tetaplah bersamaku.. memberi
- Sebelumnya
- 1
- …
- 210
- 211
- 212
- …
- 215
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.






