[Puisi Bahasa Gayo] Cerite Perang i Medan Area Den Demo i Bandara Soekarno Hatta. : Bag. 5, Berita Viral

oleh

Salman Yoga S

Gere mokot ari oné beritapé lues nye tersier
Rupen ara wartawan jema bicer munos keber
Media massa online seketike renye munyebar
Ara INDOPOS ara Tribunnews.com Jakarta
Ibaca jema bergambar wan koran lang néa

Demikien juge media i Acih den tanoh Gayo
Termasuk i media online www.lintasGayo.co
Itamah mien tulisen Win Yusra Daud berseri
Mayo wan koran Rakyat Aceh delé si mubeli
Gere kubetih ike i koran Serambi ara gereé
Enta gere penah kubaca gere terdokumentasi

Isini beritaé keta ini tikik ku petik
Wan tanda petik berbahasa Indonesia

“Lima warga Gayo Aceh berdemo di depan Terminal 1 Bandara Soekarno Hatta, Cengkareng, Banten, Senin (28/10/2013) pagi. Dari poster yang mereka bawa dan bentangkan, aksi demo ini diduga menuntut perhatian pemerintah pusat terkait dengan buruknya manajemen bantuan untuk warga korban gempa bumi di daerah mereka. Aksi demo dilakukan lima laki-laki dengan mengenakan atasan pakaian tradisional Gayo. Mereka menutup mulut dengan lakban hitam. Melalui tulisan pada poster yang diusung menyebutkan, para korban gempa di Gayo hidupnya sangat memprihatinkan. Sehari-hari tidur beralas tanah, setelah rumah mereka rusak oleh gempa yang terjadi beberapa waktu lalu. Tak ada satu pun dari kelima pengunjuk rasa yang bersedia memberikan keterangan lisan terkait aksi demo mereka kali ini. Ketika Tribunnews menanyakan, siapa yang disasar dalam demo mereka, mereka langsung menunjukkan jari telunjuk dan diarahkan ke mulut mereka yang ditutup lakban. Aksi demo ini mengundang perhatian para pengguna jasa terminal. Ada yang mengabadikan demo ini dengan memotret mereka menggunakan kamera smartphone. Aksi demo berlangsung singkat, hanya sekitar 15 menit, sebelum kemudian mereka diamankan oleh petugas keamanan bandara. (choirul arifin).”

Macik niaté ari Sulewesi kutelpon pakéni
Tapé gere sarapé si aktif hp méhné maté
Rupen Pelisi Bandara nge munyita béwéné
Ara roa ingi pakeni i Kantur Pelisi minah nomé

Até gunah gere terperin
Mubayang anak urum ineé
Gereke die sesanah pegunah até
Kune die kasé mangan den sekulahé
Amaé seni tengah wan pérah
Enta maté enta mörip wan taroh. [Bersemet]

Takéngen – Jakarta – Bandara Soekarno Hatta – Tangerang – Sulawesi – Jakarta – Banda Aceh -Takéngen, 2013 -2021.
*Dipetik dari Buku Kumpulan Puisi Bahasa Gayo “LIKES”. Takengon The Gayo Institute (TGI), 2022.

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.