Banda Aceh-LintasGAYO.co : Komunitas Keluarga Negeri Antara (KNA) Banda Aceh membuka donasi untuk mendukung rehabilitasi ruas jalan negara Bireuen–Takengon, khususnya perbaikan jalan dan Jembatan Enang-Enang di Kecamatan Pintu Rime Gayo, Kabupaten Bener Meriah.
Ajakan tersebut disampaikan oleh Rajali sebagai bentuk partisipasi masyarakat dalam membantu upaya perbaikan infrastruktur yang saat ini dilakukan secara swadaya oleh warga dari sejumlah kampung, seperti Menderek, Arul Cincin, Blang Rakal, dan wilayah sekitarnya.
Menurut Rajali, kondisi jalan yang menjadi akses vital penghubung Bireuen dan Takengon tersebut sangat penting bagi mobilitas masyarakat, sehingga membutuhkan dukungan bersama dari berbagai pihak.
“Alhamdulillah kita masih diberikan kesehatan dan kelapangan rezeki. Sehubungan dengan berita di berbagai platform media sosial tentang perbaikan Jalan Enang-Enang atas inisiatif dan swadaya masyarakat, alangkah baiknya pada momen ini kita warga KNA juga ikut berpartisipasi memberikan sumbangan seikhlasnya untuk mendukung saudara-saudara kita tersebut,” kata Rajali.
Ia menambahkan, hampir seluruh masyarakat yang beraktivitas di lintasan tersebut memiliki kepentingan terhadap kelancaran dan keselamatan akses jalan, sehingga semangat gotong royong perlu terus diperkuat.
“Jalan ini merupakan urat nadi transportasi yang menghubungkan berbagai wilayah. Karena itu, dukungan dari masyarakat diharapkan dapat membantu mempercepat upaya rehabilitasi yang sedang dilakukan,” ujarnya.
Untuk memudahkan penyaluran bantuan, KNA Banda Aceh membuka rekening donasi yang dapat digunakan oleh masyarakat yang ingin berpartisipasi.
Rekening Donasi:
• Bank Aceh Syariah (BAS)
• Nomor Rekening: 01701970000360
• Atas Nama: KNA Banda Aceh
Rajali berharap gerakan solidaritas ini dapat menjadi bentuk kepedulian bersama terhadap pembangunan infrastruktur yang manfaatnya dirasakan oleh masyarakat luas, khususnya pengguna ruas jalan Bireuen–Takengon dan Jembatan Enang-Enang.
“Berapapun sumbangan yang diberikan akan sangat berarti bagi upaya perbaikan akses transportasi yang menjadi kebutuhan bersama,” tutup Rajali.
[FA]







