Biarlah Kesunyian Membimbingnya

oleh

Oleh : Fauzan Azima*

Orang tanya
Aku awam tentangnya
Soal jumpa Tuhan katanya
Masih perlukah agama
Aku enggan menjawabnya
Jadi luka
Bencana
Sengsara
Menderita
Bisa jadi nyawa taruhannya

Orang itu terus tanya
Lagi aku bodoh soalnya
Katanya, selamat itu tidak karena agama
Aku diam seribu bahasa
Terus terang aku bukan ahlinya
Itu ranah para alim ulama
Hati berkata
Masalah serius, kok dibawa canda
Ilmuku buntu sampai di sana

Lagi orang itu terus bertanya
Tentang sesuatu yang aku buta
Akhirnya bukan agama
Katanya masih ada di atasnya
Kok bisa?
Aku balik tanya
Padaku dia ragu tampaknya
Dia memutus cerita
Aku tidak memaksa
Dia tidak menjawabnya

Lagi orang itu terus-terusan bertanya
Padahal tanyaku belum dijawabnya
Mungkin dia hanya mengetest aku saja
Dalam ilmuku sejauh mana
Padahal ilmuku tiada
Mengapa dia tanya aku dengan memaksa
Aku bukan siapa-siapa
Kok ditanya-tanya
Soal sesuatu yang aku tidak faham tentangnya
Begitulah manusia
Merasa tajam taringnya
Bebas makan siapa saja

Banyak pernyataannya
Akankah kuabaikan saja
Sungguh tantangan berat rasanya
Kepada siapa aku bertanya
Salah cara masuknya
Sesat dituduhnya
Lalu dihalalkan darahnya
Abaikan saja pernyataannya
Biarkan kesunyian membimbingnya
Pada masanya akan ada jawabnya
Yaitu; tidak atau iya

(Kluet, Selasa, 17 November 2020)


Ikuti channel kami, jangan lupa subscribe :

Comments

comments