Comte Henri de Castries, seorang jenderal perang Prancis bertugas di Aljazair abad lalu saat Aljazair dijajah Prancis. Henri merasa bangga dengan umur yang masih muda, menjadi komandan perang dan selalu dikawal oleh puluhan prajurit utama AlJazair muslimin ke manapun ia pergi. Ia merasa hebat dan bangga diri dengan kondisi tersebut. Ia tidak tau banyak tentang Islam dan orang-orang Islam.
Namun pada suatu hari, ia mendapat pelajaran mencengangkan tentang Islam. Pada saat dalam perjalanan, dengan pengawalan full oleh pasukannya, terdengar suara azan, waktu shalat Ashar tiba. Salah satu tentara Aljazair yang mengawal memberitahukan Henri: “Telah tiba waktu shalat Ashar!” lalu mereka berbaris melakukan shalat berjamaah meninggalkan sang jendral sendirian bengong, tanpa pengawal.
Kondisi ini menjadikan Henri merasa terhina dan direndahkan oleh pengawalnya sendiri para muslim. Mereka shalat tanpa minta izin padanya. Pada Saat itu, pertanyaan muncul dalam benaknya: “agama apa Islam ini yang menjadikan pemeluknya begitu menghargai Tuhan mereka? Tak peduli pada manusia walau atasannya? Ia pun mulai menjelajahi Islam yang unik.
Ia belajar tentang Islam di Al Jazair secara mendalam, sampai akhirnya Iapun menulis buku bagus tentang Islam yang banyak dibaca di Barat : L’Islam,Impression et etudes . Ia memaparkan tentang Islam secara jujur dan insaf. (Abdul Halim Mahmud, Uruba wal Islam H.53).
Sahabat, dengan ketaatan, mereka para tentara Aljazair dengan tindakan kecil telah memperkenalkan hakikat Islam sebenarnya pada atasan mereka dan orang kafir. Orang kafir inipun bisa memandang Islam secara asli dan insaf, lalu memperkenalkan Islam ke dunia secara jujur (walau ia masih kafir).
Kita bisa membantu Islam ini bukan hanya dengan menceramahi orang kafir, tapi taatlah mengamalkan ajaran Islam, nanti orang lain akan menilai apa Islam ini.
Kadang memang mundurnya Islam masa kini -tanpa diduga- adalah gara-gara kita yang enggan menampakkan ajaran Islam yang sebenarnya dalam kehidupan sehari-hari (padahal kita tau…).
Cemarnya Islam ini oleh pribadi-pribadi yang merasa manusia lebih besar dalam dadanya dari pada Pencipta Manusia. Astaghfirullah, Saya dan Anda yang membaca ini bertanggung jawab untuk memperbaiki.
*Mahasisswa Pogram Doktor Jurusan Aqidah dan Filsafat Univ. Al-Azhar Cairo







