Oleh : Feri Julianto Selian Kliwon namanya, selalu menyendiri di bawah tebing diantara pepohonan pinus dipinggir danau, duduk termenung menatap ke tengah.
Petaka dan Berkah Bongkahan Kayu
[Puisi] Saifuddin* Hutan marah atau membawa berkah Hektaran gundul tak berbentuk Hanya pelatuk yang dapat bersuara Nyaring Sangat nyaring Kerena ia
Puisi baru Wiratmadinata tentang “Politik dan Ngopi”
TENTANG POLITIK Kami berpolitik; Tapi cara berfikir kami Puisi. Kalian berpolitik; Tapi cara berfikir kalian Ekonomi. Itulah yang membedakan; Kenapa politik kami
Gayo Menanti
[Puisi] Ruhana Abd.Karim Jalanan berliku naik menurun Perut terasa di aduk kepala pusing Cepat tiba dirumah menatapi tiap sudut yang dilewati Terhenyung
Aliran Nadi Pahlawan
[Puisi] Yusuf Alfoba Sungguhku menghargai perjuanganmu membela bangsa| tumpahkan darah, jiwa raga Sungguh jasa dan berbudi pekerti tinggi rela mati, kesucian yang
Mantan Suamiku, Sakitnyatu Disini
[Cerpen] Anuar Syahadat Porang Kupalingkan muka saat melihatnya, berjalan mundur beberapa langkah dengan raut yang asam. Rasanya ingin berteriak sekeras-kerasnya agar sesak
Jalan sunyi, akhirnya kutempuh
[Puisi] Usman D. Ganggang dan kali ini, kesabaranku dirajam hawa dingin terasa sejak usai shalat Magrib, sore tadi hujan turun jatuh
- Sebelumnya
- 1
- …
- 180
- 181
- 182
- …
- 215
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.

