Jasa Purnama Penyair Gayo Lantunkan Puisi Surya Menggeliat pada PPN XIV Aceh-Indonesia

oleh

BANDA ACEH-LintasGAYO.co : Penyair Gayo asal Aceh Tengah, Jasa Purnama tampil membacakan puisi berjudul Surya Menggeliat dalam rangkaian Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV Aceh-Indonesia yang berlangsung di Aula Dinas Perpustakaan dan Kearsipan Aceh, Sabtu (27/6/2026).

Penampilan tersebut menjadi salah satu momen yang menghadirkan nuansa kontemplatif di tengah perhelatan sastra yang mempertemukan penyair dari berbagai daerah di Indonesia dan negara serumpun.

Dengan pembacaan yang tenang dan penuh penghayatan, Jasa Purnama mengajak pendengar menyelami perjalanan batin seorang manusia yang terus mencari jalan menuju Sang Pencipta.

Puisi ini tidak sekadar menyampaikan rangkaian kata-kata puitis, tetapi juga menghadirkan renungan spiritual yang kuat melalui simbol-simbol cahaya, api, amanah, khalifah, tariqah, hingga kepasrahan kepada Allah.

Surya Menggeliat menggambarkan perjalanan manusia yang terbangun dari “tidur dalam mimpi” menuju kesadaran hidup. Di sepanjang bait-baitnya, penyair memperlihatkan pergulatan antara kegelisahan, kelemahan, dan harapan untuk memperoleh petunjuk.

Kata-kata seperti amanah, berkah, khalifah, Bismillah, dan lillah menjadi penanda bahwa puisi ini bertumpu pada nilai-nilai sufistik, yaitu perjalanan jiwa dalam mendekatkan diri kepada Tuhan.

Selain itu, penggunaan ungkapan “ya Nun” dan “ya Aghisni” memperlihatkan kecenderungan penyair menghadirkan doa dalam bentuk puisi. Keseluruhan larik mengalir seperti munajat yang dipenuhi harapan agar hati ditenteramkan, langkah diarahkan, serta hidup diakhiri dalam keadaan yang baik.

Di bagian akhir, penyair mengungkapkan kerinduan akan tempat yang megah untuk kembali bersujud hingga hari-hari terakhir kehidupannya.

Sebagai penyair yang berasal dari tanah Gayo, Jasa Purnama menghadirkan warna religius yang akrab dengan tradisi masyarakat dataran tinggi Gayo. Karya ini menunjukkan bahwa sastra tidak hanya menjadi media ekspresi estetis, tetapi juga ruang refleksi spiritual.

Melalui puisi tersebut, ia mengingatkan bahwa kehidupan manusia merupakan perjalanan yang terus bergerak menuju kesempurnaan iman, sekaligus menyadarkan bahwa setiap langkah pada akhirnya akan kembali kepada Sang Pencipta.

Penampilan Jasa Purnama dalam PPN XIV Aceh-Indonesia memperkaya keragaman suara sastra yang hadir dalam pertemuan tersebut. Di tengah berbagai tema yang diangkat para penyair, Surya Menggeliat tampil sebagai puisi yang mengajak pendengar berhenti sejenak, merenungi hakikat kehidupan, dan menumbuhkan kesadaran bahwa manusia adalah hamba yang senantiasa membutuhkan petunjuk Ilahi.

Berikut Puisi yang dibacakan

Surya Menggeliat

Karya: Jasa Purnama

Tidur dalam mimpi
Terbangun kecupan api
Terdengar tangisan diri
Terang cahaya hidup atau mati
Tenaga semakin melemah
Terasa hatiku gelisah
Tak pernah ku dapati susah
Takala sampai amanah
Terarah ke jalan berkah
Tempatku selalu khalifah
Tenangkan jiwaku dalam tari’qah
Terbang bersama Bismillah
Tenang dan terarah
Temui aku bersamamu ya Nun
Tentramkan aku karna arah
Tingkatkan aku karna lillah
Tempat dimana aku beribadah
Tetapi aku tidak pernah lengah
Tanganku seakan mengarah
Tekanan jariku terus bermusabah
Tak henti sampai datang arwah
Teruskanlah, teruskanlah
Tersadar aku adalah milik ya Aghisni
Terengah nafasku gerakan lidah
Tentramkan hatiku meruah
Tamatkan untuk bersedekah
Tawaran diriku akan selalu padamu ya Nun, dan katakanlah air
Takan pernah luka sekali pun dihujam seribu sayatan
Tuhan berikan aku tempat ini megah
Untuk aku datangi lagi
Hari-hari akhirku
Alangkah indahnya dunia-Mu
Niscaya kemegahan selalu bersama-Mu ya Aghisni.

Takengon Nosar, 1 Januari 2026

(Ansar Salihin)

Comments

comments

No More Posts Available.

No more pages to load.