Membahas dan Memahami Penerapan Kurikulum PAI Merdeka di SMAN 15 Takengon

oleh

Oleh : Nabila Melisa Rizky (Mahasiswa IAIN Takengon)

Penerapan Kurikulum Merdeka di sekolah dilakukan dengan menyesuaikan kebutuhan, kondisi, serta karakteristik peserta didik dan lingkungan sekolah.

Kurikulum ini memberikan keleluasaan kepada sekolah untuk mengembangkan program pembelajaran yang sesuai dengan visi dan tujuan pendidikan yang ingin dicapai.

Dalam pelaksanaannya, sekolah tidak hanya berfokus pada aspek akademik, tetapi juga pada penguatan pendidikan karakter dan nilai-nilai keagamaan.

Sebagai bentuk pengembangan kurikulum, sekolah memberikan perhatian khusus pada pembelajaran bahasa asing, terutama bahasa Arab dan bahasa Inggris.

Program ini bertujuan untuk meningkatkan kemampuan komunikasi peserta didik sekaligus mendukung kebutuhan mereka di bidang pendidikan dan keagamaan.

Bahasa Arab dipilih karena memiliki keterkaitan erat dengan pembelajaran Islam dan pemahaman Al-Qur’an.

Selain kegiatan ekstrakurikuler, sekolah juga melaksanakan berbagai kegiatan ekstrakurikuler keagamaan, seperti program tahsin dan tahfidz Al-Qur’an.

Pada awal penerimaan peserta didik, sekolah melakukan tes kemampuan membaca Al-Qur’an untuk mengetahui kemampuan dasar setiap siswa.

Hasil tes tersebut menjadi dasar dalam menentukan pembinaan yang sesuai bagi peserta didik. Siswa yang masih belum lancar membaca Al-Qur’an akan mendapatkan bimbingan khusus agar mampu membaca dengan baik dan benar sebelum mengikuti program hafalan.

Sekolah juga menerapkan pembiasaan kegiatan Islami setiap pagi melalui program keagamaan yang berisi doa bersama, hafalan surat pendek, tadarus Al-Qur’an, dan kegiatan pembinaan karakter lainnya.

Kegiatan ini dilaksanakan secara terarah dengan pendampingan guru agar peserta didik terbiasa berinteraksi dengan Al-Qur’an dan menerapkan nilai-nilai Islam dalam kehidupan sehari-hari.

Program tahsin dan tahfidz dilaksanakan secara bertahap dan berkelanjutan. Tahsin menjadi dasar utama untuk memperbaiki bacaan Al-Qur’an sesuai kaidah tajwid, sedangkan tahfidz dilakukan setelah peserta didik memiliki kemampuan membaca yang baik.

Selain itu, sekolah juga mengadakan program pembinaan rutin, seperti tadarus bersama dan kegiatan keagamaan pada waktu-waktu tertentu, termasuk selama bulan Ramadan.

Melalui berbagai program tersebut, sekolah berharap dapat membentuk peserta didik yang tidak hanya unggul dalam bidang akademik, tetapi juga memiliki akhlak yang baik, disiplin, serta memiliki kedekatan yang kuat dengan Al-Qur’an dan nilai-nilai keislaman.

Dalam penerapan pendidikan di sekolah, pengembangan teknologi dan literasi juga menjadi perhatian penting. Salah satu program yang diterapkan adalah gerakan literasi sekolah yang mendorong peserta didik untuk aktif membaca, menulis, dan mengembangkan kemampuan jurnalistik.

Program ini memberikan hasil yang positif, dibuktikan dengan prestasi siswa yang berhasil meraih juara tingkat provinsi dalam bidang jurnalistik.

Selain itu, sekolah juga menerapkan berbagai program pembinaan karakter dan kedisiplinan peserta didik. Nilai-nilai moral dan etika menjadi bagian penting dalam kehidupan sekolah, sehingga peserta didik diarahkan untuk menjaga perilaku, sikap, dan pergaulan sesuai dengan norma agama dan tata tertib sekolah.

Pembinaan tersebut dilakukan melalui pengawasan guru, kerja sama dengan orang tua, serta pendekatan yang bersifat edukatif dan persuasif.

Dalam bidang pendidikan agama Islam, sekolah melaksanakan kegiatan intrakurikuler dan ekstrakurikuler secara terpadu. Kegiatan ekstrakurikuler keagamaan menjadi salah satu program unggulan yang bertujuan membentuk karakter religius peserta didik.

Selain pembelajaran di kelas, sekolah juga membentuk komunitas pembinaan yang melibatkan guru dan pembimbing untuk mendampingi perkembangan peserta didik, baik dalam aspek akademik maupun akhlak.

Sekolah juga menyediakan program pembinaan khusus melalui kelas-kelas tertentu yang dilaksanakan secara terjadwal untuk setiap jenjang kelas. Program tersebut bertujuan meningkatkan kedisiplinan, keterampilan, dan pengawasan terhadap perkembangan peserta didik.

Dalam pelaksanaannya, sekolah berupaya memanfaatkan teknologi untuk mendukung komunikasi dan pemantauan siswa bersama orang tua, meskipun pengembangannya masih terus dilakukan.

Selain bekerja sama dengan pihak internal sekolah, berbagai program pembinaan juga dilaksanakan melalui kerja sama dengan komunitas dan lembaga di luar sekolah.

Kerjasama ini diharapkan mampu memberikan pengalaman belajar yang lebih luas serta mendukung pembentukan karakter, keterampilan sosial, dan tanggung jawab peserta didik dalam kehidupan sehari-hari.

Sebelum membahas penataan program, terlebih dahulu dilakukan penggolongan mata kajian sesuai dengan tingkatannya.

Penggolongan tersebut terdiri atas beberapa tahapan, mulai dari tingkat dasar, tingkat menengah, hingga tingkat lanjutan yang masih dalam tahap pengembangan dan penyempurnaan.

Setiap tingkatan disusun berdasarkan kemampuan dan perkembangan peserta didik agar proses pembelajaran berjalan lebih terarah dan efektif.

Dalam pelaksanaannya, pembelajaran tidak hanya berfokus pada teori, tetapi lebih menekankan pada praktik secara langsung. Pendekatan ini dilakukan agar peserta didik mampu memahami materi secara nyata dan menerapkannya dalam kegiatan sehari-hari.

Dengan demikian, hasil pembelajaran diharapkan tidak hanya bersifat konseptual, tetapi juga dapat memberikan keterampilan dan pengalaman yang lebih bermakna bagi peserta didik. []

 

Comments

comments