TAKENGON-LintasGAYO.co : Tim Tanggap Bencana Mahasiswa Ekonomi Pecinta Alam dan Lingkungan Hidup (METALIK) Fakultas Ekonomi dan Bisnis Universitas Syiah Kuala (FEB USK) menyalurkan bantuan kemanusiaan bagi masyarakat terdampak banjir bandang dan longsor di wilayah Kabupaten Nagan Raya dan Kabupaten Aceh Tengah, khususnya Kecamatan Beutong Ateuh hingga Kecamatan Celala dan Aceh Tengah.
Aksi kemanusiaan ini melibatkan 11 relawan yang berangkat dari Banda Aceh serta mendapat dukungan dari anggota METALIK yang berada langsung di wilayah terdampak. Kegiatan tersebut merupakan wujud kepedulian dan tanggung jawab sosial mahasiswa dalam merespons kondisi darurat akibat bencana alam.
Dalam pelaksanaannya, Tim METALIK FEB USK tercatat sebagai kelompok relawan mahasiswa pertama yang berhasil menembus jalur Beutong Ateuh untuk menyalurkan bantuan menuju Takengon.
Jalur alternatif ini digunakan setelah akses utama distribusi bantuan terputus akibat runtuhnya jembatan penghubung Beutong Ateuh–Celala yang diterjang banjir bandang.
Meskipun jarang dilalui dan memiliki tingkat kesulitan medan yang tinggi, jalur Beutong Ateuh menjadi satu-satunya akses darat yang memungkinkan pada fase awal bencana. Keputusan tim menempuh jalur tersebut menjadi langkah krusial agar bantuan logistik dapat segera menjangkau wilayah terdampak.
Perjalanan penyaluran bantuan dimulai pada 17 Desember 2025 dari Banda Aceh dan tim tiba di Kota Takengon pada 19 Desember 2025 setelah menempuh perjalanan darat selama beberapa hari. Rute yang dilalui meliputi Banda Aceh–Meulaboh–Kabupaten Nagan Raya–Beutong Ateuh–Celala–Kuyun–Takengon.
Untuk menunjang mobilisasi logistik, tim menggunakan satu unit minibus yang bantu oleh Indonesian Off-Road Federation (IOF). Dukungan transportasi ini berperan penting dalam melewati kondisi jalan yang rusak, berlumpur, serta rawan longsor selama perjalanan.
Bantuan yang disalurkan berupa sembako dan kebutuhan pokok lainnya dengan total berat mencapai sekitar 3 ton. Seluruh logistik berasal dari donasi masyarakat serta berbagai pihak yang menunjukkan solidaritas terhadap korban banjir bandang dan longsor di Aceh.
Distribusi bantuan dilakukan dalam dua tahap. Tahap pertama sebanyak 1,5 ton disalurkan ke wilayah Beutong Ateuh dan Kecamatan Celala, dengan sasaran Desa Rusip Antara, Genting Gerbang, Kuyun, Trangengen, serta desa-desa sekitarnya. Setelah itu, tim kembali ke Meulaboh untuk pengadaan logistik tambahan.
Tahap kedua dilaksanakan dengan menembus jalur menuju Kota Takengon dan sekitarnya, mencakup Desa Daling, Paya Reje, Mendale, Kenawat, Toweren, Bintang, dan wilayah sekitarnya. Hingga saat ini, bantuan telah menjangkau sekitar 10 desa terdampak sebagai bagian dari komitmen METALIK FEB USK dalam meringankan beban masyarakat serta mengajak seluruh elemen untuk terus memperkuat solidaritas kemanusiaan di Aceh.





