Takengon-LintasGayo.co : Lahan SMA Negeri 1 Takengon dinilai kurang layak. Karena, terlalu sempit. “Ada dua alternatif untuk menyiasati masalah ini. Pertama, kita meminta Pemkab Aceh Tengah dengan persetujuan DPRK Aceh Tengah untuk menghibahkan Kantor Badan Pemberdayaan Masyarakat untuk SMA Negeri 1 Takengon. Kedua, alumni melalui pengurus ikatan alumni nantinya dapat melakukan penggalangan dana untuk membeli lahan di sisi selatan sekolah, mulai dari lampu merah sampai sebelum gapura,” kata Ketua Inisiasi, Yusradi Usman al-Gayoni dalam paparannya di hadapan alumni (1957-2014) di Aula SMA Negeri 1 Takengon, Sabtu (7/2/2015)
Kalau keduanya bisa diupayakan, jelasnya, sekolah yang terbilang tua di Aceh ini akan lebih luas, nyaman, layak, adanya ruang terbuka hijau, dan memungkinkan pembangunan fasilitas pendukung lainnya pada masa-masa mendatang.
“Ini yang miss, selama ini. Kita sudah mentransformasi daerah (Takengon, Gayo serta Aceh) dan bangsa ini melalui peran dan kontribusi 18 ribu alumni kita, selama ini (58 tahun). Tapi, kita lupa mentransformasi rumah (sekolah) dan diri kita sendiri (ikatan alumni). Ini jadi tanggungjawab moral kita sama-sama, ke depannya,” kata alumni 2002 itu diplomatis.
Di tempat yang sama, Kepala SMA Negeri 1 Takengon, Drs. Uswatuddin, M.AP membenarkan pernyataan Yusradi. “Untuk tempat parkir saja, kita susah. Dari 630 siswa kita, 400 orang bawa sepeda motor ke sekolah. Kita nggak bisa melarang. Mereka kadang parkir di kantor KUA Kec Lut Tawar dan Puskesmas Kec Lut Tawar. Itu pun sering ribut. Tapi, kita mampu berbuat banyak. Sekolah ini penuh jadi tempat parkir. Nggak apa-apa. Penting, anak-anak tetap bermutu,” sebutnya.
Sementara itu, Anggota DPRK Aceh Tengah, Ansaruddin, didampingi Anggota Komisi D DPRK Aceh Tengah, Salman yang juga alumni SMA Negeri 1 Takengon berjanji akan menyampaikan aspirasi tersebut ke DPRK Aceh Tengah. “InsyaAllah akan kami sampaikan masalah ini di dewan,” tegas Ansaruddin yang biasa disapa Naldin. (Genali)







