Blangkejeren-LintasGayo.co : Petani cabe merah di Gayo Lues mengeluhkan banyaknya tanaman cabe mereka yang terserang hama. Serangan hama tersebut membuat petani resah.
Seperti yang diutarakan salah seorang petani cabe, Kamisin, Minggu 8 Februari 2015 di Blangkejeren.
Menurutnya, serangan hama membuat daun cabe menjadi keriting dan dipastikan produksinya menurun. “Hingga saat ini kami belum bisa mengatasi serangan hama tersebut. Produksi panen nya juga sangat kurang. Banyak buah yang jatuh sebelum dipanen,” ucapnya.
Untuk itu, Kasimin meminta Pemkab Gayo Lues untuk memberi penyuluhan kepada petani terkait serangan hama itu. Dan berharap Pemkab dapat membantu menyediakan pestisida yang dapat memberantas serangan hama tersebut.
“Gayo Lues merupakan penghasil cabe merah. Setiap hari cabe dikirim ke daerah lain termasuk Medan. Sudah selayaknya Pemkab membantu petani,” ucapnya.
Akibat serangan hama tersebut lanjut Kasimin, bukannya menurunkan produksi. Akan tetapi juga menyebabkan kerugian. Saat ini harga jual cabe di pasaran juga tidak menentu.
“Sebelumnya harga mencapai 30 ribu sampai 40 ribu rupiah. Saat ini turun menjadi 15 ribu sampai 16 ribu rupiah. Selain itu harga obat-obatan nya juga mahal, dan kami membutuhkan modal banyak, belum lagi serangan hama tadi,” demikian Kasimin.
(Anuar Syahadat | DM)





