Oleh : Fauzan Azima* Di negeri yang gemar mengangkat manusia menjadi setengah dewa, kritik sering dianggap durhaka. Padahal, sejarah berkali-kali mengingatkan: pahlawan
Tag: Fauzan Azima
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 27: Tinggalkan Kebiasaan Lama, Sebelum Jadi Mesin Penghancur Dirimu
Oleh : Fauzan Azima* Dalam pusaran kekuasaan, kebiasaan lama sering tampil sebagai sahabat setia. Ia memberi rasa aman, meski diam-diam menggerogoti kewarasan
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 26: Pertobatan Dimulai dari Perempuan
Oleh : Fauzan Azima* Konon, dalam sejarah yang tak tertulis di kitab mana pun, pertobatan seorang lelaki jarang dimulai dari ceramah panjang,
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 25: Konspirasi Terbunuhnya Gempulo (Saudara Lahir Muyang Perupi)?
Oleh : Fauzan Azima* Di tanah dingin yang dipeluk kabut pagi di tepian Danau Lut Tawar, kisah lama berdenyut pelan, seperti riak
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 24: Antara Loyalitas dan Kepengecutan
Oleh : Fauzan Azima* Di sebuah negeri yang makmur oleh kata-kata, berdirilah Pendopo sebagai panggung utama sandiwara kebijakan. Di sanalah berkumpul para
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 23: Bukan Waktunya Bicara dari Hati ke Hati
Oleh : Fauzan Azima* Di negeri yang luka tak lagi berdarah, melainkan membusuk diam-diam, ajakan bicara dari hati ke hati terdengar seperti
Petuah untuk Haili Yoga, Pasal 22: Jangan Sampai Dicap Seperti Dua Srigala Putih yang Tidak Tahu Terimakasih
Oleh : Fauzan Azima* Di sebuah hutan yang jauh dari riuh manusia, hiduplah dua srigala putih yang dahulu kurus, lapar, dan hampir
- Sebelumnya
- 1
- 2
- 3
- …
- 89
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







