Oleh : Fauzan Azima* Kabut pagi turun pelan di dataran tinggi Gayo. Gunung-gunung berdiri seperti penjaga tua yang diam menyimpan rahasia. Dari
Peluru Menembus Tubuh, Kata-Kata Menembus Hati dan Pikiran
Oleh : Fauzan Azima* Malam turun perlahan di Kampung Kenawat Lut yang pernah lama hidup dalam bayang-bayang konflik. Langit tampak tenang, seolah
Anakku, Bertempurlah Seperti Harimau
Oleh : Fauzan Azima* Pagi itu kabut turun perlahan di kaki bukit. Hutan masih basah oleh embun, dan suara burung bercampur dengan
Enti Panik
Oleh : Fauzan Azima* Di tanah tinggi Gayo, kata “panik” rupanya punya jadwal sendiri. Belum lama masyarakat berlarian menghindari longsor 26 September
Perang Global Tak Bisa Dihentikan Orang Gayo, Kepanikan Lokal Bisa Dihentikan Pemimpin
Catatan Redaksi* Perang antara Amerika, Israel, dan Iran terjadi jauh di Timur Tengah. Namun gaungnya sampai juga ke dataran tinggi Gayo. Bukan
Sejarah Berulang dan Kita Dipaksa Menikmatinya
Oleh : Nanda Winar Sagita* Awal abad ke-20 dan awal abad ke-21 sama-sama dibuka dengan rentetan masalah kemanusiaan. Sekitar tahun 1900-an, orang-orang
Tidak Ada Makan Siang Gratis
Oleh : Fauzan Azima* Di warung kopi kampung saya, ada petuah klasik: tidak ada makan siang gratis. Kalau terdengar gratis, biasanya ada
- Sebelumnya
- 1
- …
- 6
- 7
- 8
- …
- 99
- Berikutnya
Tidak Ada Postingan Lagi.
Tidak ada lagi halaman untuk dimuat.







