TAKENGON-LintasGAYO.co : Forum Paguyuban Mahasiswa dan Pemuda Aceh (FPMPA) menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah tanah longsor yang terjadi di Kampung Sanehen, Kecamatan Silih Nara, Kabupaten Aceh Tengah, pada Minggu (13/9/2026).
Berdasarkan laporan yang diterima, sebanyak 14 orang menjadi korban dalam musibah longsor tersebut, dengan 1 orang meninggal dunia dan sejumlah lainnya mengalami luka-luka. Peristiwa ini meninggalkan duka mendalam bagi keluarga korban dan masyarakat di wilayah terdampak.
Atas musibah tersebut, Ketua FPMPA Daffa Taqi Abiyyu, S.I.P menyampaikan belasungkawa yang sedalam-dalamnya kepada keluarga korban yang meninggal dunia serta seluruh masyarakat yang terdampak.
“Atas nama pribadi dan keluarga besar FPMPA, saya menyampaikan duka cita yang mendalam atas musibah longsor yang terjadi di Aceh Tengah. Kami turut berduka atas meninggalnya salah satu korban. Semoga almarhum mendapat tempat terbaik di sisi Allah SWT, dan keluarga yang ditinggalkan diberikan kekuatan, ketabahan, serta keikhlasan dalam menghadapi cobaan ini,” ujar Daffa.
Menurut FPMPA, musibah tersebut bukan hanya meninggalkan kehilangan bagi keluarga korban, tetapi juga menjadi duka bersama bagi masyarakat Aceh. Karena itu, perhatian, kepedulian, dan solidaritas terhadap warga yang terdampak harus terus diperkuat.
“Setiap korban adalah bagian dari keluarga besar kita. Kehilangan satu nyawa dalam sebuah bencana merupakan duka yang sangat besar. Karena itu, kami mengajak seluruh masyarakat untuk bersama-sama mendoakan korban, membantu mereka yang terdampak, dan memastikan tidak ada saudara kita yang menghadapi musibah ini sendirian,” lanjut Ketua FPMPA.
Musibah ini menjadi pengingat bahwa keselamatan masyarakat harus selalu menjadi perhatian bersama, terutama dalam menghadapi kondisi cuaca ekstrem dan meningkatnya risiko bencana di sejumlah wilayah Aceh.
FPMPA mengajak seluruh elemen masyarakat, khususnya mahasiswa dan pemuda Aceh, untuk terus membangun kepedulian, memperkuat solidaritas, serta membantu masyarakat terdampak sesuai dengan kemampuan masing-masing.
“Dalam situasi seperti ini, yang paling penting adalah hadir bersama masyarakat. Solidaritas dan kepedulian harus menjadi kekuatan kita untuk saling menguatkan. Semoga seluruh korban diberikan keselamatan, mereka yang terluka segera pulih, dan keluarga yang kehilangan diberikan ketabahan,” pungkas Daffa tutupnya.
FPMPA berharap seluruh proses evakuasi, penanganan korban, dan pemulihan pascabencana dapat berjalan dengan baik. FPMPA juga mendoakan agar masyarakat Aceh Tengah yang terdampak senantiasa diberikan perlindungan, kekuatan, dan kemudahan dalam menghadapi musibah ini.
[SP]







