TAKENGON-LintasGAYO.co : Sejumlah konten kreator asal dataran tinggi Gayo, menjajal serunya rafting (arung jeram) Lukup Badak Takengon, Minggu (19/7/2026).
Hal itu dilakukan sebagai bentuk dukungan terhadap upaya pemulihan perekonomian sektor wisata di daerah tersebut, pascabencana yang menyebabkan berbagai infrastuktur jalan dan jembatan menuju Aceh Tengah dan Bener Meriah rusak parah.
Dari sejumlah konten kreator yang hadir, terdapat Nasiruddin dan Andiko bersama sejumlah warga dari Kampung Arul Cincin, Kecamatan Pintu Rime Gayo, Bener Meriah.
Dua pegiat media sosial tersebut bahkan menikmati keseruan campung di lokasi wisata Temas River Park, Sabtu (18/7/2026), di Kampung Jurusen, Kecamatan Pegasing.
Minggu siang, Nasiruddin Cs yang turut didampingi Ketua Forum Gayo Bersatu (FORGAB), Andi Nosar bersama sejumlah anggota, langsung menjajal Sungai Peusangan dengan fasilitas perahu karet lengkap dengan safety dari penyedia jasa Arung Jeram Lukup Badak.
Baik Temas River Park maupun Arung Jeram Lukup Badak merupakan Unit Usaha milik Koperasi Jasa Syariah Wisata Alam Gayo di Aceh Tengah.
Kehadiran tim kreator di lokasi wisata arus deras Sungai Peusangan tersebut juga dimanfaatkan untuk memproduksi konten kreatif demi mendongkrak kembali roda perekonomian dan pariwisata lokal yang sempat meredup pascabencana.
Kembalinya mobilitas di kawasan Tajuk Enang-Enang disambut rasa haru dan antusiasme tinggi dari para kreator.
Salah seorang konten kreator yang kerap memproduksi konten video parodi pertarungan dengan para artis hollywood, Nasiruddin, setelah menikmati keseruan Arung Jeram Lukup Badak bahkan tidak dapat mengeluarkan banyak kata-kata setelah melintasi Sungai Peusangan, mulai dari Lukup Badak, Kecamatan Bies, hingga ke Sanehen, Kecamatan Silih Nara.
Nasiruddin Cs bersama anggota FORGAB yang juga sering membuat konten video perkembangan pembangunan jembatan enang-enang memuji pelayanan para petugas Arung Jeram Lukup Badak maupun Temas River Park.
“Pokoknya kru-kru disini the bestlah,” kata Nasiruddin, diwawancara di lokasi Arung Jeram Lukup Badak, Minggu (19/7/2026).
Pujian bukan tanpa alasan, dari awal datang hingga selesai arung jeram, Nasiruddin menganggap pelayanan para staf, khususnya di Lukup Badak, menyambut mereka dengan baik.
Selama mengarungi DAS Peusangan, Nasiruddin menganggap keindahan pemandangan di dari arung jeram sangat indah.
“Pemandangannya sangat indah sekali. Mungkin saat kita memikirkan sesuatu (masalah), di situ hilang semua. Pemandangannya wah,” ungkap Nasiruddin.
Ditanya mengenai kembali bisa dilaluinya Enang-Enang pasca diperbaiki secara relawan oleh masyarakat di Pintu Rime Gayo, Nasiruddin mengungkap rasa syukur, karena membantu pulihnya wilayah tengah Aceh pascabencana banjir dan longsor yang terjadi akhir November 2025 lalu.
“Alhamdulillah, kita gak punya kaitan langsung dengan (pembangunan langsung dengan) Enang-Enang, namun setidaknya, terbukanya Enang-Enang, ekonomi semakin lancar,” lanjut Nasiruddin.
Sementara itu Manajer Arung Jeram Lukup Badak, bahwa pulihnya jembatan Enang-Enang merupakan simbol kebangkitan ekonomi masyarakat Gayo.
Kehadiran para konten kreator di daerah berhawa sejuk itu juga menjadi simbol, olahraga arung jeram di Lukup Badak dapat menyampaikan pesan visual kepada dunia luar, bahwa Aceh Tengah siap menyambut kembali para pengunjung dengan sejuta pesona alam, serta kopi sebagai kebanggaannya.
”Kami dari manajemen Arung Jeram Lukup Badak mengucapkan terima kasih yang tak terhingga kepada Pak Sahrial Abadi dan seluruh para konten kreator. Selama berbulan-bulan pascabencana, akses yang terputus membuat kunjungan wisatawan ke Aceh Tengah dan Bener Meriah menurun drastis. Langkah swadaya ini bukan sekadar memperbaiki jembatan fisik, tetapi benar-benar menyambung kembali urat nadi perekonomian dan menyelamatkan pelaku industri pariwisata seperti kami,” ujar Rembune Z.
[SP]





