TAKENGON-LintasGAYO.co : Warga di Kampung Reje Payung, Kecamatan Linge, Aceh Tengah, sudah hampir seminggu kembali terisolasi dengan dunia luar.
Pasalnya, jembatan apung yang sebelumnya dibangun dari hasil donasi, kembali rusak diterjang derasnya arus sungai.
Dibangunnya jembatan darurat ini, merupakan hasil donasi dari masyarakat sejumlah Rp. 25 Juta.
Reje Kamoung ReJe Payung, Sejahtera mengatakan, mengatasi terilosasi tersebut, pihaknya kembali menggalang donasi untuk membuat kembali jembatan apung yang rusak.
“Sudah delapan bulan pasca bencana terjadi, belum ada tanda-tanda jembatan kembali dibangun, masyarakat hanya mengandalkan jembatan apung yang rentan rusak,” katanya, Minggu 28 Juni 2026.
Jembatan ini merupakan akses satu-satunya bagi masyarakat Reje payung dan warga desa lain menuju wilayah ini. Sampai saat ini jembatan permanen belum tersedia di Reje Payung ini dan untuk sementara ini ini satu satu akses kami.
“Jembatan merupakan denyut nadi warga disini tanpa jembatan kami tidak bisa melakukan apapun, karena letak wilayah kami berada di seberang sungai,” ungkap Sejahtera.
Reje Payung merupakan satu dari lima desa di Kemukiman Wihni Dusun Jamat, yang terdampak parah pada bencana hidrometreologi yang lalu satu desa.
“Selain rumah warga sawah dan perkebunan juga hilang akibat bencana alam yang lalu sehingga kondisi warga sampai saat ini sangat memprihatinkan terlebih lagi fasilitas seperti jembatan dan fasiltas lain sama sekali belum dipersiapkan oleh pemerintah,” ujarnya.
Sejahtera berharap agar pemerintah betul-betul serius menangan ni bencana ini agar nasib warga tidak, begitu sulit untuk bangkit.
[SP]





