TAKENGON-LintasGAYO.co : Tarian Gayo yang pernah mati/punah namun berhasil direvitalisasi kembali dipastikan akan tampil dalam ajang bergengsi pada Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) 14 Negara di Takengon.
Tarian ritual ini selain telah mendapatkan sertipikat sebagai Warisan Budaya Takbenda (WBTb) dari Kementerian Pendidikan RI, serta telah pula memiliki sertipikat Hak Kekayaan Intelektual Komunal (HKIK) dari Direktorat Jenderal Kekayaan Intelektual Kementerian Hukum dan Hak Azazi Manusia RI pada tanggal 17 September 2018 silam.
Kepastian tampilnya Tari Sining sebagai bagian dari promosi budaya Gayo dalam acara Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) 14 Negara dinyatakan oleh Sekretaris Panitia PPN XIV Kabupaten Aceh Tengah Nanda Winar Sagita yang didampingi oleh Koordinator Bidang Angga Prasetyo Senin, 22 Juni 2026 di Sekretariat Panitia Kantor Perpustakaan dan Arsip, Pinangan Kecamatan Bebesen-Takengon.
Disampaikan oleh Winar Sagita, sapaan Nanda Winar Sagita, tari Sining adalah tarian tradisional masyarakat Gayo yang pernah punah, namun berhasil diaktualisasikan kembali melalui proses penelitian serius yang dilakukan oleh Salman Yoga S melalui program Dirjen Kebudayaan RI pada tahun 2016.
Setelah melalui penelitian, pengumpulan bahan dan keterangan, Focus Group Discussion (FGD) serta seminar, tari Sining ditarikan kembali untuk pertama kali, Selasa 22 Nopember 2016 di Taman Budaya Banda Aceh.
Kala itu koreografer tari Sining ini dipercayakan kepada Ana Kobat dengan penari Onot Kemara dan Ahmad Dahlan dengan arranger musik tradisi ditanggungjawabi Zoel Adji, dengan pemusik Purnama K Ruslan, Syukri Chirullah, Husni Fitra, Pinte Nate, Edy Ranggayoni dan Desi.
“Tari Sining adalah kekayaan budaya Gayo yang patut dan pantas ditampilkan kehadapan tamu dan para penyair dari berbagai Negara. Selain sebagai bagian dari promosi budaya, alasan lainnya adalah karena Tari Sining belum pernah ditampilkan dalam forum yang luas,” jelas Winar Sagita dan Angga Prasetyo yang keduanya juga adalah guru sejarah disalah satu Sekolah Menengah Atas di Aceh Tengah.
Ditambahkan, selama ini tarian sakral Sining hanya tampil dalam lingkup terbatas dan belum pernah dipentaskan di luar daerah apalagi dengan audien antar negara.
Even bergengsi Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV yang diikuti oleh 14 negara adalah langkah awal yang baik untuk pengenalan budaya Gayo dalam interaksi global cultural, kata Winar Sagita.
Pertemuan Penyair Nusantara (PPN) XIV di Takengon diagendakan akan berlangsung disejumlah tempat wisata ikonik. Selain diisi dengan seminar internasional, reading poetry internasional juga seminar kesastraan nusantara.
[SP | Kh]






