Catatan Mahbub Fauzie, S.Ag., M.Pd (Penghulu Ahli Madya / Kepala KUA Kec. Atu Lintang, Aceh Tengah)
Di zaman sekarang, banyak anak muda yang memiliki kamar nyaman, gawai canggih, dan akses informasi tanpa batas. Namun ironisnya, tidak sedikit yang justru semakin jauh dari kehidupan nyata. Hari-harinya habis di depan layar, tenggelam dalam permainan, media sosial, atau sekadar rebahan tanpa arah.
Padahal pemuda bukanlah generasi yang hanya menjadi penghuni kamar. Pemuda adalah agen perubahan. Pemuda adalah mereka yang peka terhadap lingkungan, peduli terhadap sesama, dan memiliki empati terhadap orang-orang di sekitarnya.
Jangan menunggu disuruh untuk berbuat baik. Lihatlah apa yang perlu dikerjakan, lalu lakukan. Jika ada orang tua yang membutuhkan bantuan, bantulah. Jika ada pekerjaan rumah yang bisa dikerjakan, kerjakanlah. Jika ada kegiatan masyarakat yang memerlukan tenaga dan pikiran, ikutlah berkontribusi.
Orang yang peka tidak hanya melihat dengan mata, tetapi juga merasakan dengan hati.
Kita juga perlu belajar disiplin. Disiplin waktu, disiplin belajar, disiplin bekerja, dan disiplin beribadah. Kesempatan tidak selalu datang dua kali. Banyak orang sukses bukan karena paling pintar, tetapi karena mampu memanfaatkan waktu dan peluang yang ada.
Jangan menjadi generasi yang cuek dan acuh tak acuh. Jangan merasa hidup hanya tentang diri sendiri. Jangan pula menjadi pribadi yang hanya muncul ketika ada keuntungan, lalu menghilang saat tanggung jawab datang. Sikap “aji mumpung” mungkin menguntungkan sesaat, tetapi akan merugikan karakter dalam jangka panjang.
Ingatlah, tidak selamanya orang tua akan mengurus kita. Hari ini mungkin mereka masih kuat, masih bekerja, masih mampu memenuhi kebutuhan kita. Namun suatu saat mereka akan menua. Tenaga mereka akan berkurang. Pada saat itulah kita yang harus berdiri, mengambil peran, dan menjadi penopang keluarga.
Karena itu, jangan habiskan masa muda hanya di dalam kamar. Keluarlah. Belajarlah. Berkaryalah. Berorganisasilah. Beribadahlah. Bangun relasi. Asah keterampilan. Jadilah pemuda yang memberi manfaat.
Rasulullah ﷺ telah mengingatkan dalam hadis yang sangat populer:
“Manfaatkanlah lima perkara sebelum datang lima perkara: masa mudamu sebelum datang masa tuamu, sehatmu sebelum sakitmu, kayamu sebelum miskinmu, waktu luangmu sebelum sibukmu, dan hidupmu sebelum matimu.”
Pesan inilah yang kemudian menginspirasi banyak nasihat dan lagu-lagu dakwah yang mengingatkan manusia agar tidak menyia-nyiakan umur yang Allah berikan.
Masa muda adalah kesempatan, bukan tempat singgah untuk bermalas-malasan. Kesehatan adalah modal, bukan alasan untuk berleha-leha. Waktu adalah amanah, bukan sesuatu yang boleh dihambur-hamburkan.
Suatu hari nanti kita akan menoleh ke belakang dan bertanya: “Apa yang telah aku lakukan pada masa mudaku?”
Semoga jawabannya bukan penyesalan, melainkan kebanggaan karena pernah menjadi pemuda yang peduli, produktif, berakhlak, dan bermanfaat bagi banyak orang.
“Jangan hanya menjadi penghuni kamar. Jadilah penghuni kehidupan.”





