Robi Sugara
Di lekuk bukit yang menjalin dataran tinggi ke pesisir
Antara napas Takengon dan jatung Bireuen
Membentang tajuk enang enang
Seperti nyanyian yang selalu terkenang
Tajuk enang enang bukan sekedar gundukan batu
Dia adalah simpul lama yang mengikat langkah dan ingatan
Pada setiap tikunganya menyimpan jejak langkah
Tanda sebuah jarak yang menyatukan manusia
Tajuk enang enang bukan sekedar tanah yang terbentang
Dia adalah jiwa dan ruh
Disela pohon yang melambai mengikuti angin kabut turun perlahan
Dalam jalinan ranting kawanan monyet bergerak di antara cahaya
Menyapa setiap langkah yang melintas
Tajuk enang enang bukan sekedar jalur yang terhampar
Dia adalah simboh istimewa yang beryawa
Meski sempat tertibun dalam lupa rencana
Namun nama dan wajahnya tetap hidup
Membuat canglkul dalam saku kecil mengukir kembali nyawanya.[SY]
Enang-enang, Juni 2026






