​Warga Atu Gajah Bebesen Bertahun-tahun Terisolasi Jaringan Seluler

oleh

TAKENGON-LintasGAYO.co : Perkembangan teknologi digital yang masif tampaknya belum dirasakan secara merata oleh sebagian masyarakat di Kabupaten Aceh Tengah. Salah satunya dialami warga Kampung Atu Gajah, Kecamatan Bebesen, Kabupaten Aceh Tengah, Provinsi Aceh.

​Hingga saat ini, kawasan tersebut dilaporkan masih mengalami blank spot atau sama sekali tidak tersentuh sinyal jaringan seluler. Kondisi ini membuat aktivitas komunikasi warga lumpuh total, terutama untuk kebutuhan krusial seperti pendidikan, ekonomi, dan pelaporan kondisi darurat.

Warga harus naik ke perbukitan demi sinyal atau keluar kampung untuk mengirim pesan teks, mengunduh tugas, atau menelepon, warga terpaksa harus berjalan kaki atau berkendara menanjak menuju area perbukitan yang lebih tinggi.

​”Jika ada keperluan mendesak, atau anak-anak mau mengerjakan tugas sekolah yang butuh internet, kami harus pergi ke desa tetangga atau naik ke tempat yang tinggi (perbukitan). Ini sangat menyulitkan, apalagi kalau malam hari atau cuaca buruk,” ujar Rahmi SKM, salah satu aparat Kampung Atu Gajah, Selasa (16/6).

​Kondisi ini tentu sangat menghambat efisiensi waktu warga, terutama para pelajar yang harus meluangkan waktu khusus ke luar rumah dan mencari dataran tinggi hanya demi mendapatkan akses jaringan yang stabil untuk menyelesaikan tugas sekolah mereka.

​Swadaya Pasang WiFi Mandiri, Kabel Sering Putus Ditimpa Ranting

Demi menyiasati keterbatasan yang sudah berlangsung bertahun-tahun ini, sebagian warga yang memiliki kemampuan ekonomi lebih terpaksa mengambil langkah alternatif dengan WiFi mandiri.

Meskipun jalur kabel utama dari arah kota sudah masuk ke area tersebut, warga harus menanggung biaya pemasangan WiFi secara individu (masing-masing) dengan biaya yang tidak murah demi bisa menghadirkan internet di rumah mereka.

​Ironisnya, perjuangan warga yang memasang WiFi mandiri ini tidak berhenti di situ. Akses internet kabel ini sangat rentan terganggu oleh faktor cuaca. Saat terjadi hujan lebat disertai angin kencang, kabel-kabel internet yang membentang dari kota tersebut sering kali putus akibat tertimpa dahan dan ranting pohon yang patah. Akibatnya, warga kembali terisolasi dan harus menunggu perbaikan yang memakan waktu.

​Ketertinggalan digital ini dinilai sangat kontras, mengingat letak geografis Desa Atu Gajah sebenarnya berada tidak jauh dari pusat ibu kota kabupaten, Takengon.

Kontur wilayah yang berbukit diduga menjadi salah satu faktor teknis belum terjamahnya sinyal komunikasi udara (wireless) oleh pihak provider di desa tersebut.

​Dampak nyata di berbagai sektor absennya jaringan seluler di Atu Gajah membawa dampak domino yang merugikan masyarakat setempat pada beberapa sektor vital.

​Sektor Pendidikan, pelajar dan mahasiswa yang tidak memiliki akses WiFi rumah—atau saat jaringan kabelnya terputus akibat cuaca buruk—kesulitan mengakses materi pembelajaran daring, platform edukasi, serta informasi ujian karena paket data ponsel mereka tidak mendapat sinyal.

​Sektor Ekonomi, para petani kopi dan komoditas lokal tidak dapat memantau perkembangan harga pasar secara real-time atau memasarkan produk mereka secara online.

​Sektor kesehatan dan keamanan, warga kesulitan menghubungi ambulans, pihak medis, atau aparat keamanan saat terjadi situasi darurat seperti medis atau bencana alam.

​Harapan Warga kepada Pemerintah
Aparatur kampung bersama masyarakat Atu Gajah sangat berharap Pemerintah Kabupaten Aceh Tengah melalui Dinas Komunikasi dan Informatika (Diskominfo), serta pihak provider telekomunikasi dapat segera membangun infrastruktur menara pemancar (tower BTS) di wilayah mereka.

​Warga berharap pemenuhan hak akses informasi ini dapat segera terealisasi agar Desa Atu Gajah tidak semakin tertinggal dari kemajuan zaman dan dapat meningkatkan taraf hidup masyarakatnya.

Hingga berita ini diterbitkan, media ini belum mengkonformasi pihak terkait. [Sultan Arianda]​

Comments

comments

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *

No More Posts Available.

No more pages to load.