TAKENGON-LintasGAYO.co : Balige Writers Festival (BWF) merupakan festival sastra tahunan yang diselenggarakan di Balige, Kabupaten Toba, Sumatera Utara.
Festival ini dikenal sebagai festival penulis pertama di Sumatera Utara dan menjadi ruang pertemuan bagi para penulis fiksi maupun nonfiksi, pembaca, pekerja kreatif, pehikmat budaya, serta pehikmat religi lintas iman.
Setiap tahunnya, festival ini mengangkat tema yang bersumber dari kekayaan nilai-nilai lokal masa lalu yang tetap relevan dengan kehidupan masa kini, terutama untuk memperkenalkan kekhasan pemikiran sastra Sumatra dan Batak Toba.
Pada tahun ini, seorang penulis asal Takengon, Aceh Tengah, kembali terpilih mengikuti program Emerging Writers Balige Writers Festival 2026. Dia adalah Nanda Winar Sagita.
Selain menulis, Nanda juga berprofesi sebagai guru Sejarah di SMAN 6 Takengon. Karyanya berupa cerpen dan esai telah dipublikasikan di berbagai media.
Dalam proses seleksi Emerging Writers yang bertema “Membaca Sumatra” ini, Nanda mengirimkan karya-karya yang mengangkat tema sejarah di Aceh seperti “Sekularis Terakhir di Mukim X” tentang pertentangan Uleebalang dan ulama di era sebelum Perang Cumbok, “Aku Menikahi Seorang Ateis” tentang konflik antara GAM dan TNI di Gayo, serta “Sejarah Manusia Pertama di Bumi” tentang kembar siam yang saling membenci, sebagai simbol dari hubungan rumit antara Aceh dan Indonesia di sepanjang sejarah.
“Ini pengalaman yang sangat berharga bagi saya, karena bisa menjadi bagian dari ajang sastra nasional yang mempertemukan banyak penulis dari berbagai daerah di Sumatra,” ujar Nanda, Selasa 12 Mei 2026.
Selain Nanda yang mewakili Aceh Tengah, peserta lain yang terpilih berasal dari berbagai daerah di Indonesia, yakni Fitriya Ningrum dari Tanjung Pinang, Kepulauan Riau; Gisti Kartika dari Pesisir Selatan, Sumatra Barat; Haryadi Yansyah dari Palembang, Sumatra Selatan; Pringadi Abdi Surya dari Banda Aceh, Aceh; Sri Yuni Dame Hutajulu dari Laguboti, Kabupaten Toba; serta Wendy Fermana Putra dari Lubuk Linggau, Sumatra Selatan.
Tahun sebelumnya, penulis asal Takengon yang terpilih dalam program Emerging Writers Balige Writers Festival adalah Zuliana Ibrahim. Keterlibatan penulis-penulis dari tanah Gayo dalam festival tersebut menunjukkan semakin besarnya perhatian terhadap sastra dan kebudayaan lokal Gayo di tingkat nasional.
Festival ini akan diselenggarakan di Balige pada 21-24 Mei untuk kelas Kuring, dan 30 Juni sampai 2 Agustus untuk puncak acara.
[SP]






