TAKENGON–LintasGAYO.co : Forum Ukhuwah Pengajian Ibu-Ibu Takengon (Fuspita) Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah launching Fuspita Bersama Remaja pada Kamis 7 Mei 2026 di Aula PLHUT Aceh Tengah.
Fuspita melakukan terobosan baru dalam pola pembinaan generasi muda. Organisasi yang lahir sejak tahun 2008 ini mulai menyentuh langsung kehidupan para siswa madrasah dengan pendekatan kasih sayang layaknya seorang ibu kepada anaknya.
Ketua Majelis Pembina Fuspita Aceh Tengah, Ny Desilusiana Wahdi mengatakan kegiatan ini didasari rasa peduli dan kasih sayang dari pengurus Fuspita Kabupaten Aceh Tengah kepada para remaja.
“Tujuan kegiatan ini untuk mengajak generasi remaja yang menjadi sumber kekuatan negara dan Islam. Ingin melindungi, memperhatikan dan melakukan praktik baik,” jelas Desi
Kasi Penmad, Syahria Putraga, M.Pd menjelaskan bahwa inisiatif ini lahir dari kolaborasi antara penyuluh agama dan guru. Fokus utamanya adalah membentengi remaja dari perilaku negatif yang kian marak.
“Kegiatan ini bertujuan untuk mencegah bullying dan premanisme di kalangan siswa. Kami ingin remaja menyadari jati diri mereka. Sekecil apa pun kebaikan yang dilakukan, manfaatnya akan kembali ke diri mereka sendiri,” ujar Syahria dalam sambutannya.
Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS, MA, menekankan pentingnya peran Fuspita yang kini tidak lagi hanya fokus pada pengajian ibu-ibu, tetapi juga merangkul remaja.
Menurutnya, secara psikologis, anak-anak memiliki kedekatan batin yang kuat dengan sosok ibu.
“Dalam Surah An-Nisa ayat 9, kita diingatkan untuk takut meninggalkan generasi yang lemah. Melalui Fuspita, kita masuk dengan pendekatan seorang ibu yang jauh lebih menyentuh hati,” ungkap Wahdi.
Beliau juga menambahkan bahwa masalah remaja adalah tanggung jawab bersama. Meski peran ayah tetap krusial, pendekatan lembut dari ibu dianggap mampu menjadi solusi atas berbagai permasalahan kompleks yang dihadapi remaja saat ini.
Wahdi berharap program ini tidak berhenti di tingkat Madrasah Aliyah (MA) saja, tetapi juga merambah ke Madrasah Tsanawiyah (MTs) hingga ke tingkat desa dan kecamatan.
“Ketika Fuspita kecamatan bergerak, kami siap menghadirkan siswa di pengajian tersebut. Kita ingin membimbing mereka menjadi generasi dakwah yang membanggakan orang tua dan bangsa,” tambahnya.
Kegiatan yang mengusung tema “Aku Punya Allah, Remaja Biasa Masa Depan Luar Biasa” ini digelar dengan menghadirkan sebanyak 90 siswa dari MAN 1 dan MAN 2 Aceh Tengah dipilih sebagai pilot project (proyek percontohan) untuk gerakan ini.
Acara ini dihadiri oleh para Kasi di jajaran Kementerian Agama, Kepala MAN 1 dan MAN 2, Kepala KUA dari Kecamatan Lut Tawar, Pegasing, Bies, Kebayakan, dan Bebesen, serta Ketua IPARI dan perwakilan pengurus Fuspita. [Zuhra Ruhmi]






