TAKENGON-LintasGAYO.co : Kepala Kantor Kementerian Agama Kabupaten Aceh Tengah, H. Wahdi MS MA, secara resmi mengukuhkan Pengurus Kelompok Kerja Madrasah (K2M) Madrasah Aliyah (MA) dan Madrasah Tsanawiyah (MTs), serta Pengurus Musyawarah Guru Mata Pelajaran (MGMP) dan Kelompok Kerja Guru (KKG) periode 2026–2028. Kegiatan berlangsung di Gedung Pusat Layanan Haji dan Umrah Terpadu (PLHUT) Aceh Tengah, Kamis, 16 April 2026.
Turut hadir dalam kegiatan tersebut Kasi Pendidikan Madrasah Syahria Putraga, M.Pd, Kasi Pendidikan Agama Islam Ihsanuddin, S.Ag, M.Pd, Kasi Pendidikan Diniyah dan Pondok Pesantren Yulia, MA, Ketua Pokjawas Madrasah Aceh Tengah Dan, M.Pd, beserta jajaran anggota dan para pengurus yang dikukuhkan.
Dalam amanatnya, Kakankemenag Aceh Tengah menegaskan bahwa pengukuhan ini bukan sekadar agenda seremonial, melainkan momentum strategis untuk mendorong perubahan nyata dalam organisasi profesi pendidikan di lingkungan madrasah.
“Melalui kepengurusan yang baru ini, kita ingin menghadirkan perubahan dalam organisasi. Harus ada konsep baru, pendekatan baru, serta kesiapan menghadapi tantangan pendidikan yang terus berkembang,” ujar Wahdi.
Ia juga menekankan pentingnya orientasi program yang berbasis hasil (output oriented), bukan hanya kegiatan administratif semata.
Menurutnya, setiap program yang dirancang oleh K2M, MGMP, dan KKG harus mampu memberikan dampak langsung terhadap peningkatan kualitas pembelajaran di madrasah.
“Kita tidak ingin hanya sibuk dengan rutinitas. Program harus berorientasi pada hasil, terukur, dan menghasilkan perubahan nyata bagi kualitas pendidikan,” tegasnya.
Lebih lanjut, Wahdi berharap K2M, MGMP, dan KKG dapat berperan sebagai gugus kendali dalam sistem penjaminan mutu pendidikan. Ketiga wadah tersebut diharapkan mampu menjadi motor penggerak peningkatan kompetensi guru, inovasi pembelajaran, serta penguatan budaya mutu di madrasah.
“Peran K2M, MGMP, dan KKG sangat strategis sebagai ujung tombak peningkatan mutu pendidikan. Mereka harus menjadi ruang kolaborasi, berbagi praktik baik, serta melahirkan inovasi pembelajaran yang relevan dan berkelanjutan,” tambahnya.
Selain itu, ia juga mendorong pengurus yang baru dikukuhkan untuk membangun sinergi lintas jenjang dan lintas satuan pendidikan, sehingga tercipta ekosistem pendidikan madrasah yang saling mendukung dan berkesinambungan.
Kegiatan pengukuhan ini diharapkan menjadi awal penguatan peran organisasi profesi guru dalam menjawab tantangan pendidikan di era transformasi, sekaligus memperkuat komitmen bersama dalam mewujudkan madrasah yang unggul, adaptif, dan berdaya saing.[SP/ZR]





