Oleh : Jufri Aswad, S.Ag*
Pernahkah kita mendengar sebuah kalimat yaitu “Satu komentar menyakiti perasaan seseorang”? itulah yang terjadi di Era Digital saat ini yang kita kenal sebagai “Bullying”. Bullying adalah perilaku yang menyakiti atau merendahkan orang lain sehingga memiliki dampak negatif bagi korban. Bullying terjadi di berbagai kalangan mulai dari anak kecil, remaja hingga dewasa.
Bullying tidak hanya dilakukan secara langsung tetapi juga dilakukan melalui media sosial yang biasa kita kenal sebagai “cyber bullying”.
Media sosial adalah teknologi yang memfasilitasi penciptaan, dan berbagi berbagai konten. Di media sosial kita bisa menciptakan berbagai macam video untuk menuangkan ide yang menarik.
Cyber bullying dapat ditemukan di berbagai tempat dengan menggunakan media sosial, banyak yang menganggap hal ini sepele dan membiarkan terjadi begitu saja tanpa sedikitpun memikirkan dampak negatif apa saja yang didapatkan oleh korban.
Mereka juga menganggap hal ini adalah sebuah lelucon yang sangat lucu bagi mereka, padahal kenyataannya adalah sebuah ancaman yang sangat berbahaya.
Kita sebagai manusia sudah seharusnya memiliki rasa peduli dan sayang terhadap sesama, maka tidak pantas perilaku ini masih dilakukan hingga saat ini.
Perilaku ini memberi dampak negatif yang banyak bagi korban yaitu diantaranya memberi goresan di hati yang tidak dapat dihilangkan, membuat mental seseorang menjadi terganggu, menganggap dirinya rendah bahkan sesuatu yang paling buruk yang bisa saja terjadi adalah ketika korban mencoba melakukan bunuh diri. Karena memiliki dampak yang sangat buruk maka cyber bullying harus dhilangkan.
Untuk mengatasi bullying Pusat Penguatan Karakter (Puspeka) Kementerian Pendidikan, Kebudayaan, Riset, dan Teknologi (Kemendikbudristek) telah melakukan sebuah program yaitu Program Roots.
Tujuan dari program ini adalah untuk mencegah terjadinya bullying di dalam dunia pendidikan. Program ini digunakan di dunia pendidikan maka orang dewasa tidak mendapatkan program ini. Padahal program ini juga dibutuhkan bagi orang dewasa agar tidak melakukan bullying.
Selain itu ada juga solusi lain yang dapat dilakukan diantaranya yaitu membuat konten yang berisi edukasi tentang upaya pencegahan bullying beserta dampak negatif perilaku yang kejam ini.
Tujuannya adalah agar semua kalangan dapat mengetahui upaya pencegahan dan dampaknya sehingga mereka tidak melakukan perilaku ini.
Cyber bullying sering terjadi melalui tiktok dan Instagram yang dilakukan dengan cara menuliskan sebuah komentar berisi hinaan sehingga dapat menyakiti hati korban. Ketika ada video yang kurang berkenan bagi mereka, kemudian mereka menuliskan puluhan atau ratusan hinaan yang tanpa mereka sadari perilaku tersebut sudah tergolong ke dalam bullying.
Mereka menghina tanpa memikirkan perasaan orang lain dan beberapa diantara mereka bersembunyi dibalik kata “bercanda”. Hal tersebut menimbulkan perrtanyaan yaitu dimana hati mereka sehingga membuat tega menghina orang yang tidak bersalah kepada mereka?
Seharusnya perilaku ini tidak dilakukan karena dapat menyakiti orang lain dan sudah semestinya sesama manusia memiliki rasa empati dan juga sayang.
Aktivitas ini tidak ramai diketahui yang mengetahui hanya penonton video dan yang membaca komentar ini. Tetapi jejak digital tetap ada selama video dan komentar tersebut tidak dihapus.
Seberapa hancurnya perasaan korban ketika mendapatkan perilakuan seperti itu kepada dirinya. Walaupun pelaku sudah meminta maaf, tetap saja bekas luka masih ada dihati korban.
Ibarat kertas yang diremas kemudian dirapikan kembali, mau dengan cara apapun kertas tersebut dirapikan tetap saja bekas remasan kertas tetap ada.
Oleh karena itu cyber bullying menjadi ancaman yang sangat harus diperhatikan di Era Digital ini. Hal ini terjadi karena kurangnya rasa peduli terhadap sesama dan kurangnya perhatian dari lingkungan sekitar sehingga mereka bisa berbuat kejahatan yang memiliki dampak sangat buruk bagi orang lain.
Sangat kasihan orang yang terkena bullying selain menyakiti perasaannya itu juga menghilangkan rasa percaya diri, tidak ingin berbaur dengan teman seusianya karena merasa insecure bahkan yang paling buruk ketika korban merasa dirinya tidak berguna dan mencoba membunuh diri.
Selain berdampak bagi korban juga berdampak bagi orang-orang disekelilingnya. Bagaimana perasaan keluarganya? Orang tuanya?
Pastinya mereka juga merasa tersakiti dan marah karena melihat anaknya yang mereka didik dengan penuh kasih sayang menjadi murung, tidak percaya diri dan suka menyendiri hanya karena ucapan yang tidak pantas yang keluar dari mulut orang -orang yang memandang anaknya hanya dengan sebelah mata.
Mengakibatkan dampak seburuk itu masih tegakah untuk melakukan perilaku tersebut? Jika perilaku ini terus-menerus dilakukan hal ini berdampak juga bagi pelaku yaitu hilangnya rasa peduli dan sayang terhadap sesama. Oleh karena itu perilaku ini harus dihilangkan agar tidak terjadi akibat-akibat yang tidak kita inginkan.
Solusi yang bisa dilakukan yaitu anggota keluarga harus sabar dan mencoba memulihkan perasaan korban dengan cara mengatakan bahwa tidak perlu mendengarkan perkataan-perkataan orang-orang di luar sana yang tidak mengetahui bagaimana anaknya, mengajak anaknya kembali bergaul sama teman-teman seusianya dan apabila mentalnya sudah sangat terganggu orang tua harus membawa anaknya konsul ke psikolog agar diobati dengan segera.
Dan untuk keluarga yang lain harus lebih memperhatikan anggota keluarganya dan mengedukasikan tentang dampak negatif yang terjadi kepada seseorang akibat perilaku tersebut mulai dari kesehatan mental terganggu, rasa tidak percaya diri, pesimis dalam menatap masa depan, dan yang paling membahayakan ketika korban menganggap dirinya tidak berguna dan mencoba melakukan bunuh diri.
Pemerintah juga harus membuat video edukasi tentang dampak negatif dan pencegahan bullying yang kemudian diunggah di media sosial sehingga seluruh masyarakat di Indonesia dapat melihat video tersebut sehingga tidak melakukan dan menormalisasikan perilaku ini lagi. Bisa juga dengan cara mengadakan seminar tentang apa itu bullying, dampak yang dihasilkan dari perilaku ini serta cara mencegahnya.
Dan setiap manusia harus menanamkan rasa empati, menumbuhkan rasa peduli dan kasih sayang antar sesama, selalu mengingat bahwa manusia tidak ada yang sempurna serta selalu menjaga etika dan saling menghargai terhadap sesama. Stop cyber bullying sayangi dan peduli antar sesama!
*Guru PAI pada SMA Inshafuddin Banda Aceh





