Oleh : Fauzan Azima*
Di Tanoh Gayo, kekuasaan itu unik. Ia tidak selalu duduk di kursi empuk, tidak selalu pakai jas rapi, dan kadang tidak muncul di baliho. Tapi jangan salah, justru yang tak terlihat itulah yang sering paling terasa. Seperti angin gunung, tidak kelihatan, tapi bisa bikin merinding sampai ke tulang.
Konon, di balik setiap keputusan besar, ada bisik-bisik kecil yang lebih sakti dari rapat resmi. Rapat bisa berjam-jam, tapi satu “telepon senja” bisa mengubah semuanya dalam tiga menit. Ini bukan sihir, ini kearifan lokal yang sudah naik level: administrasi rasa mistik.
Penguasa bayangan ini tidak perlu jabatan. Ia cukup punya “kedekatan”. Entah dekat secara emosional, genealogis, atau sekadar dekat karena sering ngopi bareng. Di Tanoh Gayo, ngopi itu bukan cuma soal arabika, tapi juga soal arah kebijakan. Semakin pahit kopinya, biasanya semakin manis hasil akhirnya, bagi sebagian orang.
Yang lucu, masyarakat sering tahu siapa penguasa bayangan itu, tapi pura-pura tidak tahu. Seperti menonton sandiwara yang semua penontonnya sudah hafal alur cerita. Ketika keputusan aneh muncul, orang hanya mengangguk pelan sambil berkata, “Oh… ini pasti ‘itu’ lagi.”
Dalam dunia ini disebut sebagai latihan tingkat tinggi: memahami yang tidak tertulis, mendengar yang tidak diucapkan, dan mengikuti yang tidak terlihat. Murid pemula mungkin bingung, tapi murid senior sudah bisa membaca arah angin sebelum daun bergerak.
Masalahnya, kalau terlalu banyak bayangan, cahaya jadi susah masuk. Kebijakan jadi seperti lorong gelap, orang berjalan, tapi tidak tahu siapa yang pegang senter. Akibatnya, yang tersandung bukan cuma pejabat, tapi juga rakyat yang sebenarnya cuma ingin jalan lurus.
Namun begitulah Tanoh Gayo. Di antara kabut pagi dan dinginnya malam, selalu ada cerita yang tak selesai dijelaskan. Dan mungkin, memang tidak perlu dijelaskan. Karena di sini, yang penting bukan siapa yang terlihat memimpin, tapi siapa yang sebenarnya menentukan.
Jadi, kalau suatu hari Anda merasa bingung dengan keputusan yang tiba-tiba berubah, jangan panik. Tarik napas, minum kopi, lalu ingat satu hal: di Tanoh Gayo, bayangan juga punya kuasa.
Bersambung ke bagian 8..
(Mendale, April 24, 2026)
Terkait : Haili Yoga Perluas Pengetahuanmu, Bagian 6: Kite Gere Mudowa, Tapi Pake Umahni Ari Blang






