TAKENGON-LintasGAYO.co : Para wartawan, aktivis dan mahasiswa di Aceh Tengah melakukan orasi di Polres setempat, Jum’at 11 November 2022. Mereka melakukan aksi demo menuntut pihak kepolisan menangkap dua oknum pengancam wartawan di Kabupaten itu.
Pantauan, para wartawan, aktivis dan mahasiswa itu sebelumnya menggelar orasi di tugu Simpang Lima Takengon, kemudian mereka berjalan menunju depan Polres Aceh Tengah.
Disana, puluhan pendemo tersebut saling bergantian menyampaikan sikap terhadap pengancaman bunuh terhadap salah seorang wartawan di Aceh Tengah yang terjadi pada Kamis (10/11) sekira pukul 08.00 WIB tadi malam.
“Kami mendesak Polres Aceh Tengah segera menangkap dua orang yang melakukan ancaman bunuh kepada rekan kami sesama wartawan,” kata salah seorang wartawan, Romadani dalam orasinya.
Dikatakan Romadani, wartawan merupakan wujud pilar ke empat bagian demokrasi di Indonesia dan tugas jurnalistik dilindungi Undang-Undang.
“Tapi hari ini, ada yang nekat melakukan pengancaman terhadap karya jurnalistik itu. Pelaku pengancaman adalah orang tak berpendidikan, tidak punya moral dan tidak punya otak,” teriaknya.
Sementara itu para aksi demo membentangkan sejumlah poster bertuliskan “Tangkap Dalang dan Pelaku Pengancaman Wartawan”, lalu “Pengancam Wartawan Orang Kampung” dan “Pena Kami Tidak Bisa Diblokir”.
Di poster lainnya bertuliskan “Lebih Baik Mantan Pacar Kami Terancam Daripada Wartawan”, selanjutnya “Pak Polisi Usut Tuntas Pelaku Pengancaman dan Usut Proyek Bangunan Pasar Ketol”.
Diberitakan sebelumnya, Salah seorang wartawan di Aceh Tengah, mengaku diancam bunuh oleh oknum pengawas proyek dikabupaten itu.
Sebelumnya wartawan media cetak Harian Rakyat Aceh di wilayah Aceh Tengah tersebut, meliput proyek pembangunan Pasar Rejewali Sejahtera di Kecamatan Ketol, Kabupaten Aceh Tengah, pada Kamis (10/11).
Bahkan hasil karya jurnalistiknya itu pun telah dimuat dimedia online berjudul “Proyek Pengerjaan Pasar Rejewali Ketol Diduga Dikerjakan Asal Jadi dan Lambat, Anggaran Fantastis”.
Usai diancam bunuh, ia bersama istrinya melaporkan hal tersebut ke Polres Aceh Tengah pada Kamis malam sekira pukul 22.00 WIB.
[Red]





