RESENSI BUKU
Judul : BAGAIMANA MENGELOLA KONFLIK
Nama Penulis : DR William Hendricks
Tahun Terbit : 1996
Ketebalan buku : 89 halaman
Penerbit : Bumi Aksara Jakarta
Dalam perbincangan sehari-hari, kita sering mendengar istilah manajemen konflik. “Si Polan menggunakan manajemen konflik dalam mengelola organisasi,” kata si Polin.
Setelah didalami, manajemen konflik yang dipraktikan si Polan tadi, ternyata praktik adu domba (jalu dalam istilah Gayo). Akibatnya, konflik antar personal dalam organisasi itu tak terhindarkan.
Dampaknya, produktivitas organisasi menurun, karena timbul rasa saling curiga, saling hasut, sampai saling fitnah.
Secara keseluruhan, pasti akan merugikan organisasi karena menghambat pencapaian visi, misi dan tujuan.
Buku berjudul Bagaimana Mengelola Konflik ini akan memberikan pemahaman, apa itu konflik. Ditulis Hendricks: bisnis, keluarga dan kontak sosial kita dapat diperluas bila konflik itu dapat dipahami.
Konflik adalah kawasan yang dapat dikelola dan dipahami. Namun, ada mitos tentang konflik yang menyebabkan kita berada dalam miskonsepsi atau salah paham dan tidak obyektif.
Hendricks menyebut ada lima mitos yang menjadi penghambat manajemen konflik.
1) Adanya konflik merupakan pertanda kelemahan manajer.
2) Konflik merupakan pertanda rendahnya perhatian pada organisasi.
3) Kemarahan adalah negatif dan merusak.
4) Konflik, jika dibiarkan, akan reda dengan sendirinya.
5) Konflik harus dipecahkan.
Ditegaskan oleh Hendricks, orang-orang bisnis yang kompeten kadang-kadang menjadi tidak efektif ketika menghadapi konflik, karena terperangkap oleh kekuatan mitos konflik tersebut.
Dalam buku ini, si penulis membagi konflik kedalam tiga tahapan. Konflik tahap satu (peristiwa sehari-hari); konflik tahap dua (tantangan); konflik tahap tiga (pertentangan).
Tiga tahapan konflik itu membutuhkan strategi manajemen yang berbeda.
1) Konflik tahap satu dan konflik yang disertai emosi paling baik diselesaikan dengan strategi pengelolaan yang cermat.
2) Konflik tahap dua memerlukan lebih banyak pelatihan dan keahlian manajemen khusus.
3) Konflik tahap tiga, diperlukan intervensi.
Buku ini, mengulas cara-cara untuk menangani konflik tahap satu, dua, dan tiga. Ada juga check list penilaian konflik.
Dalam bab berikutnya, Hendricks mengulas tentang Langkah Konflik Konstruktif; Mengembangkan Pendekatan Yang Dapat Dipercaya Untuk Manajemen Konflik; Lima Gaya Manajemen Konflik; Aspek Emosional Konflik; dan Intervensi Efektif Dalam Manajemen Konflik.
Paling menarik, ketika Hendricks mengutip catatan sosiolog Erik Erikson (hal 27) bahwa “anak-anak mengalami gangguan emosional ketika mereka memperoleh kekuasaan tapi tidak dapat menggunakan kekuasaan itu dengan penuh tanggung jawab.”
Pendeknya, buku ini penting dan menarik bagi mereka yang berminat untuk mengelola konflik. Bukunya tidak perlu dibeli karena tersedia di Perpustakaan Daerah. Cari aja di katalog buku nomor 658.5 | HEN | b.
Selamat membaca.
*) Muhammad Syukri





